Nasional

Menjelajahi Kabupaten Rokan Hilir: Pesona Alam, Budaya, dan Wisata Religi di Ujung Barat Riau

193
×

Menjelajahi Kabupaten Rokan Hilir: Pesona Alam, Budaya, dan Wisata Religi di Ujung Barat Riau

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

ROKAN HILIR – salah satu kabupaten di Provinsi Riau, dikenal bukan hanya karena hasil bumi dan sektor migasnya, tetapi juga karena kekayaan alam, budaya, serta wisata religi yang tersebar di berbagai kecamatan. Kabupaten yang beribu kota di Bagansiapiapi ini dulunya adalah bagian dari Kabupaten Bengkalis, sebelum resmi berdiri sendiri pada tahun 1999.

Meski letaknya di pesisir timur Pulau Sumatera, Rokan Hilir memiliki keunikan tersendiri: campuran budaya Melayu, Tionghoa, dan Banjar yang berpadu dalam harmoni, menciptakan destinasi wisata yang beragam dan menarik.

1. Festival Bakar Tongkang — Ikon Wisata Dunia dari Bagansiapiapi

Tak bisa membicarakan wisata Rokan Hilir tanpa menyebut Festival Bakar Tongkang.

Festival ini adalah ritual adat masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi yang digelar setiap tahun pada bulan Juni, untuk mengenang leluhur mereka yang pertama kali datang dari Tiongkok ratusan tahun lalu.

Dalam ritualnya, sebuah replika kapal besar (tongkang) akan dibakar secara simbolis. Arah jatuhnya tiang utama kapal dipercaya sebagai pertanda arah rezeki masyarakat di tahun tersebut.

UNESCO bahkan telah mencatat festival ini sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia dari Indonesia.

Setiap tahunnya, ribuan wisatawan dari dalam dan luar negeri datang menyaksikan acara ini, menjadikannya agenda wisata unggulan Provinsi Riau.

2. Pantai Batu Enam — Permata Laut Rokan Hilir

Berjarak hanya sekitar 5 kilometer dari pusat kota Bagansiapiapi, Pantai Batu Enam menjadi destinasi favorit warga setempat.

Pantai ini menawarkan panorama matahari terbenam yang indah, pasir yang halus, dan suasana laut yang tenang.

Fasilitas di kawasan ini terus dikembangkan oleh Pemkab Rohil, termasuk gazebo, area bermain anak, dan spot foto kekinian. Banyak keluarga dan wisatawan datang pada sore hari untuk bersantai sambil menikmati jajanan lokal khas pesisir.

 

3. Pulau Jemur — Surga Tersembunyi di Selat Malaka

Inilah kebanggaan Rokan Hilir yang sering disebut-sebut sebagai “Raja Ampat-nya Riau”.

Pulau Jemur terletak sekitar 45 mil laut dari Bagansiapiapi dan hanya berjarak ±50 kilometer dari perbatasan Malaysia.

Pulau ini memiliki pasir putih bersih, air laut jernih, dan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa.

Selain itu, di Pulau Jemur terdapat penyu hijau yang bertelur setiap tahun, menjadikannya lokasi konservasi penting di pesisir Riau.

Ada juga peninggalan sejarah berupa bunker Jepang dari masa Perang Dunia II, menambah nilai sejarah wisata ini.

Untuk menuju Pulau Jemur, wisatawan bisa menggunakan kapal dari pelabuhan Bagansiapiapi atau Panipahan.

 

4. Wisata Religi dan Sejarah

Rokan Hilir juga kaya akan situs keagamaan dan sejarah, antara lain:

Masjid Raya Al-Ikhlas Bagansiapiapi, dengan arsitektur khas Melayu modern.

Kelenteng Ing Hok Kiong, salah satu kelenteng tertua di Riau dan pusat pelaksanaan Festival Bakar Tongkang.

Makam Datuk Batu Hampar, tokoh penyebar Islam di wilayah pesisir Riau yang banyak diziarahi umat Muslim.

Selain itu, setiap perayaan Maulid Nabi dan Imlek di Bagansiapiapi selalu berlangsung meriah dan menjadi daya tarik wisata budaya lintas agama.

 

5. Wisata Alam Sungai dan Hutan Mangrove

Wilayah Rohil dikelilingi oleh sungai besar dan kawasan mangrove alami.

Salah satunya adalah Sungai Rokan, yang menjadi nadi kehidupan masyarakat sejak dahulu kala.

Kini, sejumlah desa wisata seperti Desa Sinaboi dan Desa Panipahan mulai dikembangkan menjadi desa wisata bahari dan mangrove, tempat pengunjung bisa berkeliling naik perahu, memancing, hingga mencicipi kuliner khas seperti udang galah, kepiting, dan ikan bakar.

6. Kuliner Khas Rokan Hilir

Wisata ke Rohil tak lengkap tanpa mencicipi kulinernya:

Mi Sagu Bagansiapiapi – mi yang terbuat dari tepung sagu khas Melayu.

Lempuk Durian – dodol durian legit dari Pujud.

Kepiting dan Ikan Bakar Sinaboi – hidangan laut segar dari hasil tangkapan nelayan lokal.

Kombinasi rasa Melayu, Tionghoa, dan Nusantara membuat kuliner Rohil punya cita rasa tersendiri.

 7. Potensi Wisata Baru

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pariwisata terus mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat.

Beberapa desa sedang disiapkan menjadi desa wisata unggulan, seperti:

Desa Teluk Pulau Hulu (wisata mangrove dan kuliner laut)

Desa Panipahan (wisata bahari dan religi)

Desa Sinaboi (wisata budaya dan hasil laut)

Kegiatan seperti Festival Kuliner Melayu, Lomba Sampan, dan Pawai Budaya Rokan Hilir rutin digelar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kabupaten Rokan Hilir adalah permata tersembunyi di pesisir Riau.

Dengan kekayaan laut, budaya multietnis, dan keindahan alam yang masih alami, daerah ini berpotensi besar menjadi destinasi wisata unggulan di Sumatera bagian timur.

Pariwisata di Rohil bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir(Net)