Nasional

Kapolres Simalungun Besuk Korban Konflik PT TPL

1049
×

Kapolres Simalungun Besuk Korban Konflik PT TPL

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M. menunjukkan kepedulian sekaligus komitmen menjaga stabilitas keamanan dengan membesuk masyarakat kelompok LAMTORAS yang dirawat di RSU Harapan, Pematangsiantar, Senin malam (22/9/2025). Para korban tersebut mengalami luka-luka akibat bentrokan antara masyarakat Nagori Sihaporas dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL) pada pagi harinya.

Kapolres tiba di rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB. Usai kunjungan, ia menyampaikan bahwa kedatangannya bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Malam ini saya mengunjungi masyarakat LAMTORAS yang dirawat pascakeributan antara PT TPL dengan masyarakat Nagori Sihaporas guna memastikan kondisi korban. Saya juga berdialog dengan mereka untuk mengetahui kronologi di lapangan,” ujar AKBP Marganda Aritonang.

Konflik sendiri pecah di areal konsesi PT TPL, Sektor Aek Nauli, Desa Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kapolres menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri.

“Saya berharap masyarakat maupun pihak PT TPL tidak melakukan aktivitas di lokasi yang berpotensi memicu konflik. Kita semua harus belajar dari kejadian ini agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sejak siang hari, Polres Simalungun telah mengerahkan personel untuk meredam ketegangan. Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat berhasil mengevakuasi kedua belah pihak dari lokasi bentrokan.
Kasat Intelkam Polres Simalungun, IPTU Ridho V. Pakpahan yang mendampingi Kapolres, menjelaskan evakuasi dilakukan bertahap. “Warga terlebih dahulu ditarik kembali ke kampung, lalu area konsesi juga dikosongkan dari karyawan PT TPL,” jelasnya.

Selain pengamanan, upaya mediasi juga digelar. Kapolres menyebut sudah dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan dan pangulu Nagori Sihaporas. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa lokasi konflik berstatus status quo sampai ada keputusan lebih lanjut.

Menurut Kapolres, perselisihan lahan antara warga Sihaporas dan PT TPL bukan persoalan baru. “Permasalahan ini sudah berlangsung sejak 2015, berawal dari klaim lahan oleh masing-masing pihak yang belum menemukan titik penyelesaian,” ungkapnya.

Kapolda Sumatera Utara juga memberi atensi khusus terhadap kasus ini. “Bapak Kapolda sudah memerintahkan pengamanan menyeluruh, termasuk mengirim satu kompi Brimob untuk memperkuat situasi,” tambah AKBP Marganda Aritonang.

Ia menegaskan kondisi saat ini terkendali dan masyarakat bisa beraktivitas kembali tanpa rasa khawatir. Sebagai tindak lanjut, Forkopimda Simalungun dijadwalkan menggelar pertemuan pada Rabu (24/9/2025) dengan melibatkan kedua belah pihak serta para tokoh daerah.

Mengakhiri kunjungannya, Kapolres menyampaikan harapan besar agar konflik segera mereda.

“Saya berharap Simalungun tetap aman, tenteram, dan damai sehingga masyarakat bisa melanjutkan aktivitas dengan baik,” pungkasnya.(Ril/751t)