Berita Daerah

Kasus DBD di Simalungun Naik dalam Tiga Bulan Terakhir

99
×

Kasus DBD di Simalungun Naik dalam Tiga Bulan Terakhir

Sebarkan artikel ini
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun

PorosTimes, Simalungun – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Simalungun mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir.

Plh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Simalungun, Hamonangan Nahampun, pada Rabu (17/9) menyampaikan bahwa jumlah kasus tercatat sebanyak 18 kasus pada Juni 2025, meningkat menjadi 23 kasus di Juli, dan bertambah lagi menjadi 24 kasus di Agustus.

Menurut Hamonangan, untuk menekan penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Simalungun melaksanakan sejumlah langkah strategis, di antaranya survei dan pengendalian vektor. Kegiatan ini dilakukan untuk memetakan lokasi yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD serta melakukan pemberantasan jentik.

Selain itu, setiap kali ditemukan kasus, tim kesehatan juga melakukan penelusuran epidemiologi guna mengidentifikasi faktor risiko penularan sehingga kasus serupa bisa dicegah di wilayah lain. Sosialisasi pencegahan juga rutin digelar di tingkat kecamatan dengan melibatkan unsur Forkopimca.

Upaya utama pengendalian DBD tetap difokuskan pada gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+, yaitu:

  1. Menguras bak mandi, ember, dan wadah lain yang biasa menyimpan air.
  2. Menutup rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, atau toren.
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Adapun “+”-nya mencakup berbagai tambahan pencegahan, seperti menaburkan larvasida (bubuk abate) pada wadah air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat atau lotion anti-nyamuk, hingga menjaga pencahayaan dan sirkulasi udara rumah agar tidak lembap dan gelap.

Masyarakat juga dianjurkan memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat nyamuk beristirahat.

“Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyebaran kasus DBD di Simalungun bisa dikendalikan dan tidak terus meningkat,” pungkas Hamonangan. (Red/ Brian)