Nasional

Dinilai Gagal,  Proyek Rabat Beton DD Retak dan Asal Jadi  Ada di Kecamatan Bosar Maligas

470
×

Dinilai Gagal,  Proyek Rabat Beton DD Retak dan Asal Jadi  Ada di Kecamatan Bosar Maligas

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Kinerja Pangulu Nagori Sei Torop, Kecamatan Bosar Maligas, Azhar S.H, kembali menuai sorotan. Selama dua tahun terakhir, proyek fisik yang bersumber dari dana desa berupa pekerasan rabat beton di jalan lintas menuju Sei Torop terbukti sudah mengalami kerusakan parah, meski baru setahun dikerjakan.

 

Warga Sei torop  menimbun dengan tanah

Pantauan di lapangan pada Selasa (16/9/2025), terlihat tiga orang pekerja berupaya menutup lubang-lubang jalan hanya dengan tanah. Cara tambal sulam ini menunjukkan lemahnya kualitas pekerjaan rabat beton yang seharusnya tahan lebih lama.

Kantor Pangulu Nagori Sei torop

Ironisnya, proyek rabat beton tahun 2025 dengan anggaran mencapai Rp158 juta yang berlokasi tidak jauh dari kediaman Pangulu di Huta I Simpang Pete, justru sudah tampak retak dan rusak meski baru selesai dikerjakan. Hal ini semakin mempertegas dugaan bahwa pengerjaan fisik dana desa dilakukan asal jadi tanpa memperhatikan kualitas.

Plank proyek di atas pohon

Saat wartawan menyambangi Kantor Pangulu Sei Torop, tak satu pun perangkat desa yang ditemui. Bahkan, papan informasi kegiatan desa tidak ada dipasang di depan kantor sebagaimana mestinya. Peralatan proyek seperti angkong dan papan bagesting juga tidak ditemukan di lokasi.

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar soal transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa di Nagori Sei Torop. Warga berharap aparat penegak hukum serta pihak terkait segera turun tangan memeriksa realisasi anggaran yang dinilai merugikan masyarakat. (7417)