Berita Daerah

Tragedi Tabrak Lari di Simalungun: Wanita Tanpa Identitas Tewas, Polisi Cari Keluarga dan Pelaku

239
×

Tragedi Tabrak Lari di Simalungun: Wanita Tanpa Identitas Tewas, Polisi Cari Keluarga dan Pelaku

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Tragedi tabrak lari kembali terjadi di Kabupaten Simalungun. Seorang wanita tanpa identitas, hingga kini disebut sebagai Mrs. X, tewas di lokasi setelah tertabrak truk di Jalan Umum Km 19-22 jurusan Pematangsiantar–Tebing Tinggi, tepatnya di Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Rabu (20/8/2025) sekira pukul 04.30 WIB.

Menurut keterangan kepolisian, korban meninggal seketika setelah bagian belakang kepalanya terbentur spion truk yang melintas. Namun nahas, pengemudi kendaraan tersebut justru melarikan diri tanpa memberikan pertolongan.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa mengenali korban agar segera datang ke RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. Jenazah masih berada di ruang forensik menunggu pihak keluarga,” jelas Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun, IPDA Win Okto Silitonga, Senin (25/8/2025).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), sebuah truk dengan identitas yang belum diketahui melaju dari arah Kota Pematangsiantar menuju Tebing Tinggi dengan kecepatan tinggi.

“Pengemudi truk tidak memperhatikan seorang pejalan kaki perempuan yang berjalan searah. Spion truk mengenai kepala bagian belakang korban hingga korban meninggal dunia di lokasi,” ungkap IPDA Win Okto.

Sekitar pukul 13.45 WIB, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Menty Situmorang (48) yang sedang menggembala ternak. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar, hingga akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Tak lama, Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun tiba di lokasi, melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD dr. Djasamen Saragih.

Ciri-Ciri Korban

Kasat Lantas Polres Simalungun, IPTU Devi Siringo Ringo, S.H., S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa korban diperkirakan berusia lanjut dengan tinggi badan sekitar 156 cm, berkulit sawo matang, rambut sebagian beruban, dan memiliki ciri khusus berupa jari telunjuk tangan kanan yang terputus.

“Saat ditemukan, korban mengenakan kaos oblong lengan pendek warna abu-abu dan merah, serta celana pendek biru kombinasi putih dalam kondisi kotor atau kumal,” jelas IPTU Devi.

Polisi berharap ciri-ciri tersebut dapat membantu masyarakat atau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor.

Penyelidikan Polisi

Polisi menduga kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi truk yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalur rawan. Jalan di lokasi TKP merupakan jalan kabupaten selebar 6,8 meter dengan permukaan aspal hotmix, lurus, memiliki marka jalan, namun minim rambu-rambu dan penerangan.

“Lokasi berada di sekitar area perkebunan, sehingga rawan kecelakaan terutama pada dini hari,” jelas IPDA Win Okto.

Sejak menerima laporan, polisi telah melakukan sketsa TKP, mencatat keterangan saksi, dan mengamankan bukti meski belum menemukan petunjuk signifikan terkait identitas truk maupun pengemudi.

“Penyelidikan terus berlanjut. Kami akan memeriksa saksi tambahan, melakukan gelar perkara, dan mengumpulkan bukti hingga pelaku tabrak lari bisa ditangkap,” tegas IPTU Devi.

Imbauan Kepolisian

Polres Simalungun mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti disebutkan agar segera menghubungi pihak kepolisian atau datang langsung ke RSUD dr. Djasamen Saragih.

“Identitas korban penting segera diketahui agar dapat dikembalikan kepada keluarga. Kami juga menegaskan, pelaku tabrak lari yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” pungkas IPDA Win Okto.

Hingga berita ini diturunkan, Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun masih terus bekerja keras mengungkap identitas pelaku dan menunggu pihak keluarga korban untuk datang memberikan keterangan.(Ril)