Nasional

Bupati Simalungun Teken MoU Percepatan Pengadaan Sarana SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis 

76
×

Bupati Simalungun Teken MoU Percepatan Pengadaan Sarana SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis 

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN — Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai sinergi dan kerja sama percepatan pengadaan sarana Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Acara berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (19/6/2025).

Penandatanganan MoU ini juga dilakukan oleh para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengadaan lahan serta pendirian SPPG sebagai bagian integral dari pelaksanaan program nasional MBG.

Dalam sambutannya, Bupati Simalungun menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun untuk mendukung penuh program tersebut.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan wujud sinergi antara Pemkab Simalungun dan BGN dalam mendukung salah satu program nasional. Program makan siang bergizi juga merupakan bagian dari 11 program unggulan dalam visi-misi kami, yang sudah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Simalungun,” ujar Bupati Anton

Ia menambahkan bahwa Pemkab Simalungun siap mempercepat proses pengadaan sarana SPPG agar program MBG dapat segera direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemprov Sumut menargetkan pendirian sebanyak 1.762 SPPG di seluruh wilayah Sumatera Utara, dengan masing-masing kabupaten/kota diminta untuk menyediakan lahan seluas kurang lebih 800 meter persegi.

“Saat ini, dari total target tersebut, baru sekitar 65 SPPG yang telah beroperasi. Seluruh 33 Pemkab/Pemko tengah berupaya memenuhi kebutuhan lahan yang dibutuhkan,” kata Gubsu Bobby.

Lebih lanjut, Gubsu menyebutkan bahwa saat ini terdapat 455 usulan pembangunan SPPG dengan jumlah yang bervariasi di masing-masing daerah. Ia mendorong seluruh kepala daerah untuk mengejar target, karena program ini memberikan peluang besar, termasuk melalui kerja sama dengan yayasan maupun BUMD.

Gubsu juga mengapresiasi komitmen pemerintah pusat melalui BGN yang telah menyiapkan alokasi anggaran untuk program MBG senilai Rp7 hingga Rp10 miliar per unit SPPG per tahun. Jika seluruh target terealisasi, total anggaran untuk pelaksanaan program MBG di Sumut diperkirakan mencapai Rp17,6 triliun.

> “Program ini tidak hanya berdampak bagi anak-anak kita, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Ini merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka. Mari bersama kita sukseskan,” ajak Gubsu.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa jumlah target SPPG di Sumatera Utara termasuk yang terbesar secara nasional, sehingga alokasi anggarannya pun cukup signifikan.

> “Kami optimistis bisa mencapai target 1.762 SPPG hingga akhir tahun. Diperkirakan sekitar 1.200 hingga 1.700-an unit bisa terwujud,” ucap Dadan.

Terkait pelibatan masyarakat, Dadan menjelaskan bahwa program MBG juga akan membuka kesempatan bagi pelaku usaha kecil. Skema kerja sama akan melibatkan dua jenis mitra, yaitu penyelenggara SPPG dan pemasok bahan baku makanan, sehingga turut mendorong ekonomi lokal.

Acara penandatanganan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara atau yang mewakili, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. (tp)