Berita Daerah

Wali Kota Pematangsiantar dan Bunda PAUD Lepas 650 Anak Didik PAUD SAB, Kukuhkan Komitmen Wujudkan SDM Unggul

67
×

Wali Kota Pematangsiantar dan Bunda PAUD Lepas 650 Anak Didik PAUD SAB, Kukuhkan Komitmen Wujudkan SDM Unggul

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR — Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, bersama Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pematangsiantar, Ny Liswati Wesly Silalahi, secara resmi melepas 650 anak didik Pendidikan Anak Usia Dini Sanggar Anak Balita (PAUD SAB) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kegiatan ini digelar di Gedung Olahraga (GOR) Lantai 4 Suzuya Merdeka Mall, Jalan Merdeka, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Senin (16/06/2025).

Acara pelepasan juga dirangkai dengan prosesi pengukuhan Ny Liswati Wesly Silalahi sebagai Bunda PAUD Kota Pematangsiantar oleh Wali Kota Wesly Silalahi.

Fokus pada SDM Unggul Sejak Usia Dini

Dalam sambutannya, Ny Liswati menyampaikan apresiasi atas dukungan dan arah kebijakan dari Wali Kota Wesly Silalahi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan anak usia dini. Ia menekankan pentingnya fase “golden age” (0-5 tahun) sebagai periode emas dalam pembentukan karakter dan fondasi intelektual anak.

“Kita harus menyadari bahwa pendidikan usia dini merupakan keniscayaan, terutama di tengah tantangan global dan perubahan zaman yang kompleks,” ujar Liswati.

Sebagai bentuk komitmen, TP PKK Kota Pematangsiantar akan berada di garda terdepan dalam membangun generasi cerdas, sehat jasmani dan rohani, serta kreatif — selaras dengan visi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Wajib Belajar Prasekolah dan Larangan Pungutan

Ny Liswati juga menyampaikan bahwa TP PKK saat ini tengah aktif menyosialisasikan Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah bagi anak usia 5-6 tahun, sebagaimana kebijakan nasional. Program ini bertujuan memastikan kesiapan anak sebelum masuk Sekolah Dasar, baik dari aspek mental, emosional, fisik, maupun sosial.

“Kami pastikan penyediaan pendidikan prasekolah yang berkualitas dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa PAUD SAB tidak diperkenankan memungut biaya dari murid, serta mengajak orang tua agar menyekolahkan anak-anak mereka di PAUD SAB Kota Pematangsiantar.

Apresiasi Wali Kota

Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan rasa bangganya dapat hadir bersama para murid dan orang tua. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TP PKK atas komitmen dalam mendukung program pendidikan pemerintah daerah.

“TP PKK adalah mitra strategis Pemerintah Kota. Melalui transformasi manajerial yang mengedepankan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas, mereka telah mengambil peran penting dalam pengelolaan PAUD SAB,” terang Wesly.

Ia mengutip pepatah, “Perjalanan seribu kilometer dimulai dengan satu langkah,” yang menggambarkan pentingnya langkah awal dalam membentuk generasi unggul.

“Saya ucapkan selamat kepada anak-anak yang hari ini dilepas. Semoga menjadi generasi penerus yang cerdas, sehat, dan kreatif,” tuturnya.

Prosesi Pengukuhan dan Penampilan Anak-Anak PAUD

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Muhammad Hamdani Lubis SH, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 1.200 peserta didik PAUD SAB dari 8 kecamatan dan 53 kelurahan, di mana 650 di antaranya akan dilepas ke jenjang pendidikan dasar.

Prosesi pengukuhan Ny Liswati sebagai Bunda PAUD Kota Pematangsiantar meliputi pembacaan ikrar, pemasangan selempang dan pin, serta penandatanganan berita acara oleh Wali Kota dan Ny Liswati. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak PAUD dari delapan kecamatan, serta penyerahan sertifikat tanda tamat belajar dan bingkisan secara simbolis.

Dihadiri Forkopimda dan Pimpinan Daerah

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya: Ketua DPRD Kota Pematangsiantar diwakili Sabariah Harahap, Sekda Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, Bhayangkari Polres Pematangsiantar, Dharmayukti Karini Kejari, Dharma Wanita Persatuan, dan Tim Penggerak PKK.

Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyiapkan generasi emas penerus bangsa melalui pendidikan usia dini yang berkualitas. (Tp)