Berita Daerah

Wali Kota Wesly Silalahi Gelar Silaturahmi Bersama FKUB: Komitmen Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

37
×

Wali Kota Wesly Silalahi Gelar Silaturahmi Bersama FKUB: Komitmen Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR — Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH, MKn, menggelar acara Silaturahmi dan Ramah Tamah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Kapten MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (13/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Wesly menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama di Kota Pematangsiantar telah terjalin erat sejak lama. Masyarakat kota ini dikenal saling menghormati dan menjaga toleransi, terutama saat perayaan hari-hari besar keagamaan.

“Kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar sudah terbentuk sejak lama. Saya tumbuh dan merasakan langsung bagaimana masyarakat hidup berdampingan secara harmonis,” ujar Wesly dalam sambutannya.

Ia menceritakan pengalaman masa kecilnya yang penuh dengan sikap saling menghargai antarumat beragama. Menurutnya, tak pernah ada gesekan atau ketersinggungan antarkelompok agama di kota ini.

“Semua hidup rukun dan saling menjaga. Kota ini kondusif sejak dulu. Itu yang membuat saya bangga menjadi bagian dari Pematangsiantar,” tambahnya.

Capaian tersebut, kata Wesly, turut membawa Pematangsiantar meraih peringkat ke-5 Indeks Kota Toleran (IKT) se-Indonesia. Ia berharap posisi tersebut dapat meningkat di tahun-tahun mendatang melalui kolaborasi semua elemen masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, tidak saling menjelekkan agama lain, dan terus memperkuat semangat kebersamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Pematangsiantar, Drs. HM Ali Lubis, yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kota Pematangsiantar, turut mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan umat beragama.

“Alhamdulillah, hingga saat ini belum pernah ada konflik keagamaan di kota ini. Tidak pernah ada niat maupun tindakan yang mengusik keyakinan umat lain,” ungkapnya.

Ali menegaskan bahwa mengusik agama lain dapat memicu keributan yang tidak diinginkan, karena itu, toleransi adalah prinsip utama yang harus dijunjung tinggi.

Ia juga menyampaikan bahwa baru-baru ini Pematangsiantar menerima piagam penghargaan sebagai kota toleran peringkat ke-5 secara nasional, setelah sebelumnya sempat keluar dari daftar 10 besar.

“Jika kita tidak hidup rukun, jangankan membangun kota, untuk beribadah pun pasti sulit. Maka, kerukunan adalah kebutuhan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pematangsiantar, Jurist Pricesely Sitepu SH, MH, mewakili unsur Forkopimda menyampaikan apresiasi atas capaian Pematangsiantar sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.

“Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Sejatinya, kerukunan ada di tangan kita masing-masing,” kata Jurist.

Ia menambahkan bahwa predikat sebagai kota toleran dapat berdampak luas, termasuk dalam menarik investasi.

“Kondisi yang aman dan kondusif menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Ini akan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Acara silaturahmi dan ramah tamah tersebut turut dihadiri Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH, SIK, MH, anggota DPRD Kota Pematangsiantar Nurlela Sikumbang, perwakilan Dandim 0207/Simalungun, para pengurus FKUB, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra. Happy Oikumenis Daely, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE, MM, sejumlah pimpinan OPD dan camat, seluruh kapolsek se-Kota Pematangsiantar, serta para danramil. (Tp)