Berita Daerah

Banjir Bandang di Lau Petundal, Bupati Vickner Instruksikan Kajian Relokasi Warga Bantaran Sungai

62
×

Banjir Bandang di Lau Petundal, Bupati Vickner Instruksikan Kajian Relokasi Warga Bantaran Sungai

Sebarkan artikel ini

DAIRI – Banjir bandang menerjang Dusun Lau Petundal, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sabtu (31/10/2026) sore.

Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan 16 rumah warga di sepanjang aliran Sungai Lau Mbelin terdampak luapan air yang membawa material batu dan kayu.

Berdasarkan laporan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dairi, Erwin Sitorus, ST., MT., Senin (2/11/2026), hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Debit air Sungai Lau Mbelin kemudian meningkat dan meluap sekitar pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan banjir bandang.

Arus deras disertai material batu dan kayu menerjang kawasan permukiman hingga sekitar pukul 19.00 WIB, sebelum akhirnya berangsur surut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebanyak 16 rumah warga yang berada di pinggiran sungai terdampak, dengan satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Informasi dari masyarakat diperoleh, banjir serupa telah berulang kali terjadi setiap musim penghujan. Selain tingginya curah hujan yang menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air, kondisi lingkungan di sekitar kawasan tersebut juga menjadi perhatian.

Alih fungsi lahan dari tanaman keras seperti kemiri dan durian menjadi tanaman jagung, bahkan hingga ke kawasan perbukitan, dinilai turut berpotensi memengaruhi kondisi daerah aliran sungai. Selain itu, keberadaan rumah warga yang dibangun di bantaran sungai juga meningkatkan risiko terdampak ketika debit air meningkat.

Mengetahui kejadian tersebut, Bupati Dairi Vickner Sinaga menginstruksikan Satgas BPBD segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan menginventarisasi seluruh dampak yang ditimbulkan.

Bupati juga menekankan perlunya kajian menyeluruh terhadap keberadaan rumah-rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Lau Mbelin. Mengingat banjir telah berulang kali terjadi, perlu dikaji kemungkinan relokasi bagi rumah penduduk yang berada di kawasan rawan bencana.

Bupati juga turut mendorong keterlibatan lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUTR, unsur Kehutanan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta DPMPPTSPK, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) berperan mengidentifikasi faktor penyebab dan melakukan upaya mitigasi guna mengurangi risiko banjir bandang di masa mendatang.

(CN)