Berita Daerah

Bupati Taput Buka Gerakan Pangan Murah di Pasar Tarutung

116
×

Bupati Taput Buka Gerakan Pangan Murah di Pasar Tarutung

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara membuka Gerakan Pangan Murah sekaligus memantau ketersediaan bahan pangan pokok di Pasar Tarutung, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Dandim 0210/TU Letkol Arm. Kiky Hardian, S.Sos., Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, M.Si., serta jajaran Forkopimda.

Bupati Jonius mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan, menekan laju inflasi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi Pemkab Tapanuli Utara bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sibolga dan Perum Bulog Cabang Pematangsiantar.

“Pemerintah secara berkala memantau pergerakan harga komoditas pokok agar tidak melonjak melebihi daerah lain. Melalui operasi pasar murah ini, kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar, sehingga selisih harganya dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Utara, SEY Pasaribu, dalam laporannya menyampaikan, Gerakan Pangan Murah berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor 500.1.2.1/7083 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak di Seluruh Provinsi Sumatera Utara.

Sejumlah komoditas pangan pokok disediakan dengan harga terjangkau, yakni beras sebanyak 8 ton seharga Rp58.000 per 5 kilogram, minyak goreng 4.000 liter seharga Rp15.000 per liter, gula pasir 500 kilogram seharga Rp17.800 per kilogram, tepung terigu 200 kilogram seharga Rp13.000 per kilogram, serta telur ayam sebanyak 6.000 butir seharga Rp51.000 per papan.

Pemkab Tapanuli Utara memastikan stok pangan murah selama pelaksanaan kegiatan aman dan mencukupi. Jika persediaan pada hari pertama habis, pasokan tambahan akan kembali disalurkan pada hari berikutnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dari berbagai lapisan memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Tapanuli Utara.(Torop Pers)