Nasional

TPG Dorong Kesejahteraan dan Inovasi Guru di Pamekasan

98
×

TPG Dorong Kesejahteraan dan Inovasi Guru di Pamekasan

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN – Selain menghadirkan perubahan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, berbagai kebijakan pemerintah di sektor pendidikan kini mulai dirasakan manfaatnya secara nyata oleh para guru. Salah satu program yang mendapat apresiasi luas adalah penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam proses pembelajaran.

Di SDN Jalmak 1, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, para guru mengaku memanfaatkan dana TPG untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa kini. Berbagai perangkat pendukung pembelajaran dibeli guna menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Jalmak 1, Dwi Arista Wardana, mengatakan bahwa TPG membantunya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Ia memanfaatkan dana tersebut untuk membeli laptop yang kini digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran PJOK di kelas.

Menurut Dwi, pembelajaran yang interaktif tidak hanya mendorong aktivitas fisik siswa, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai positif yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

“Dampak TPG ini membantu saya untuk berinovasi menyiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dengan perangkat laptop. Puji syukur, kelas PJOK saya sekarang lebih interaktif, mampu membangun kolaborasi dan partisipasi murid dalam proses pengajaran,” ujarnya.

Manfaat serupa dirasakan oleh guru kelas SDN Jalmak 1, Sri Riana. Ia menilai TPG memberikan dampak signifikan, baik dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi maupun kualitas pembelajaran yang diberikan kepada murid.

Dengan dana TPG, Sri membeli tablet yang digunakan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) dalam kegiatan belajar. Ia juga memanfaatkan berbagai aplikasi edukatif seperti Kahoot dan Quizizz untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam kelas.

“Dengan tablet yang saya beli ini, sekarang saya bisa memanfaatkan berbagai permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz. Murid-murid pun menjadi sangat antusias belajar dan tidak bosan saat di kelas. Semoga TPG dapat terus berlanjut dan membuat guru-guru semakin berinovasi dalam mengajar,” tutur Sri.

Tak hanya dirasakan di sekolah negeri, manfaat TPG juga dirasakan oleh para guru di sekolah swasta. Samsi, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Plus Nurul Hikmah, Kabupaten Pamekasan, mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan guru sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Menurutnya, TPG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai pelatihan, seminar, dan pendidikan serta pelatihan (diklat).

“Semoga kesejahteraan guru dapat terus ditingkatkan, khususnya bagi guru swasta dan honorer yang terus berjuang untuk mengajar. Sejatinya, baik guru ASN maupun guru swasta memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Samsi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program prioritas.

Saat melakukan kunjungan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 12 ribu guru untuk melanjutkan pendidikan D4/S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target menjangkau 150 ribu guru melalui bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat kesejahteraan guru melalui program sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Pada aspek kesejahteraan guru, kami sudah melaksanakan sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dari sertifikasi tersebut diharapkan ada pemenuhan jam mengajar dan pada akhirnya bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi serta meningkatkan kesejahteraan guru,” ungkap Abdul Mu’ti.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional terus meningkat seiring dengan meningkatnya kompetensi dan kesejahteraan para guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.(Ril)