Berita Daerah

Bedah Rencana Aksi OPD, Pemkab Taput Pacu Percepatan Visi Misi Daerah

57
×

Bedah Rencana Aksi OPD, Pemkab Taput Pacu Percepatan Visi Misi Daerah

Sebarkan artikel ini

TAPUT – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar rapat pemaparan Rencana Aksi Perangkat Daerah periode 2026–2029 guna mempercepat pencapaian visi dan misi Bupati Tapanuli Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Jumat (22/05/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan perangkat daerah, Direktur Perseroda Pertanian, serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemkab Tapanuli Utara.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan seluruh perangkat daerah harus memiliki kesamaan persepsi dan pola kerja dalam menerjemahkan semangat “Perubahan” yang selama ini ditekankan Bupati Tapanuli Utara.

“Bapak Bupati selalu menekankan perubahan pola kerja. Dengan keterbatasan ruang fiskal anggaran saat ini, kita dituntut lebih kreatif. Jika biasanya anggaran seratus hanya mampu mendanai sepuluh kegiatan, maka melalui kolaborasi aktif bersama masyarakat, anggaran yang sama harus mampu menyelesaikan dua puluh pekerjaan. Itulah substansi perubahan yang kita harapkan,” tegas Deni Lumbantoruan.

Ia juga memaparkan target makro pembangunan daerah, di mana Pemkab Taput menargetkan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari Rp5 triliun menjadi Rp7,5 triliun pada tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan disebut menjadi fokus utama melalui strategi ekstensifikasi pertanian, pembukaan lahan baru seluas seribu hektare, penguatan UMKM, hingga optimalisasi lahan tidur.

Selain itu, Wakil Bupati turut mendorong para pimpinan OPD agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai referensi dalam merumuskan program kerja yang inovatif, efektif, dan efisien.

“Gunakan teknologi informasi sebagai referensi ilmiah untuk menjawab tantangan sembilan misi pembangunan daerah. Saya minta seluruh OPD saling terintegrasi. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perseroda Pertanian harus satu frekuensi mengurus sektor hulu hingga hilir. Jangan bekerja sendiri-sendiri, tetapi bangun ruang diskusi lintas bidang demi memajukan ekonomi rakyat yang inklusif dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Tapanuli Utara, Kristina Nahampun, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan instruksi langsung pimpinan daerah untuk membedah sekaligus mempertajam program kerja setiap OPD.

Ia menjelaskan, agenda hari pertama diawali dengan pemaparan aplikasi Dashboard Pimpinan berupa sistem pelaporan fisik berkala sebagai instrumen monitoring capaian bulanan. Selanjutnya, pemaparan difokuskan kepada 11 OPD klaster pertama yang bersentuhan langsung dengan visi misi inti pelayanan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan. Kegiatan serupa akan dilanjutkan pada hari kedua untuk OPD pelayanan publik lainnya.(Torop Pers)