Berita Daerah

Festival Trio Batak 2026, Pemkab Taput Perkuat Regenerasi Musisi Muda

57
×

Festival Trio Batak 2026, Pemkab Taput Perkuat Regenerasi Musisi Muda

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Batak melalui regenerasi musisi muda. Hal ini diwujudkan lewat penyelenggaraan Festival Trio Batak Pelajar dan Umum Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Bupati Tapanuli Utara.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, secara resmi membuka kegiatan tersebut di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Sabtu (2/5/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mentalitas pantang menyerah bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi sekaligus menjaga warisan budaya Batak.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang kompetisi vokal, melainkan wadah pembinaan karakter bagi talenta muda agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berdaya saing.

“Dalam meraih prestasi, kegagalan adalah hal yang biasa. Jika jatuh tiga kali, maka bangkitlah lima kali. Bagi yang menang, saya ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat dan terus asah kemampuan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Persatuan Artis Batak Indonesia dan Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Sinergi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membina dan mempromosikan seni budaya Batak secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan NPS, Mula PP Sitompul, mewakili Nelson Pandapotan Sitompul, berharap festival ini dapat menjadi jembatan lahirnya musisi muda berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Berdasarkan keputusan dewan juri, untuk kategori SMA/SMK, grup Union Voice berhasil meraih Juara 1, diikuti AS Trio di posisi kedua dan Blesses Voice di posisi ketiga.

Sementara pada kategori umum, The Teachers keluar sebagai Juara 1, disusul CAS Trio sebagai Juara 2 dan SAPADAN di posisi Juara 3.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan seni musik Batak sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Pemkab Tapanuli Utara berharap festival ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat sektor budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.(Torop Pers)