PEMATANGSIANTAR – Pencapaian Kota Pematangsiantar yang berhasil meraih peringkat keempat dalam Indeks Kota Toleran (IKT) dinilai bukanlah hal yang mudah. Prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematangsiantar, Chandra Yau, Kamis (23/4/2026).
Menurut Chandra, sebelumnya Kota Pematangsiantar telah berada di posisi kelima dalam daftar Indeks Kota Toleran, yang menunjukkan bahwa kota ini sudah memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang relatif tinggi.
“Tidak mudah meraih peringkat empat. Sebelumnya Kota Pematangsiantar sudah berada di peringkat lima, yang artinya kota ini memang telah dikenal sebagai daerah yang menjaga kerukunan umat beragama,” ujarnya.
Chandra menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn beserta jajaran Pemko Pematangsiantar dan seluruh masyarakat yang dinilai telah berperan menjaga keharmonisan di tengah kemajemukan.
Menurutnya, sebagai kota yang dihuni berbagai suku dan agama, Pematangsiantar mampu menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis.
“Pematangsiantar sebagai kota majemuk berdiri untuk semua agama dan bersatu padu menjadikan rumah yang kita huni ini sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi,” katanya.
Ia juga menilai Pemko Pematangsiantar telah memiliki kebijakan serta peraturan daerah yang inklusif dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama.
“Pemerintah serius menjaga kemajemukan Kota Siantar. Hal itu juga didukung oleh para tokoh serta organisasi keagamaan yang selama ini saling bekerja sama dan saling membantu,” ungkap Chandra.
Chandra menambahkan, kenaikan peringkat dari posisi kelima pada tahun 2024 menjadi peringkat keempat pada tahun 2025 merupakan keberhasilan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Naik dari peringkat lima ke empat itu tidak mudah, karena setiap daerah juga berlomba-lomba untuk meraih capaian yang sama,” jelasnya.
Ia berharap ke depan Pemko, DPRD, Forkopimda, serta seluruh masyarakat Pematangsiantar dapat terus memperkuat kerukunan, meningkatkan keimanan, dan menjaga nilai-nilai toleransi yang telah terbangun dengan baik di kota tersebut.(Ril)





