DAIRI – Bupati Dairi, Vickner Sinaga meresmikan program air aman berbasis masyarakat yang dilaksanakan oleh Water Mission melalui Yayasan Way Mitra Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Dairi, Kamis (12/3/2026), di Desa Pegagan Julu III, Kecamatan Sumbul.

Peresmian tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Surung Charles Bantjin, Ketua TP PKK Dairi Rita Puspita Vickner Sinaga, Kepala Dinas Kominfo Desi Sianturi, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Masaraya Berutu.
Usai peresmian, Bupati bersama rombongan bertemu dengan masyarakat di Sopo Godang HKBP Lancang setelah sebelumnya mengikuti ibadah bersama. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Vickner Sinaga menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Dairi dengan Water Mission yang telah menghadirkan akses air minum layak bagi masyarakat.
Ia mengakui, di tengah kondisi pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Dairi terus berupaya melakukan lobi ke pemerintah pusat agar memperoleh tambahan dana pembangunan.
“Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dairi hanya cukup untuk satu bulan operasional, selebihnya kita masih bergantung pada dana dari pusat melalui DAK dan DAU. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus bergotong royong membangun daerah,” ujar Vickner.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam satu tahun masa kepemimpinan bersama Wakil Bupati Wahyu, sejumlah program pembangunan telah berjalan, di antaranya Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah mencapai 100 persen sehingga seluruh masyarakat Dairi memiliki jaminan kesehatan. Selain itu, pemerintah juga akan membangun Sekolah Rakyat di Kecamatan Sitinjo.
“Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan ke depan. Karena itu mari kita terus berkoordinasi dan berkontribusi demi kemajuan Kabupaten Dairi,” katanya.
Kepada Komite Air Desa Pegagan Julu III, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran aktif mereka dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Peresmian ini menjadi catatan sejarah bagi masyarakat. Ini bukan hanya langkah kecil, tetapi bukti bahwa kalian adalah pahlawan swasembada air. Saya berharap seluruh wilayah Pegagan Julu nantinya dapat menikmati akses air minum yang layak,” ucapnya.
Sementara itu, Country Coordinator Water Mission Indonesia, Deddy Edward Sitohang menjelaskan bahwa proses pengujian dan verifikasi sistem (commissioning) telah dimulai sejak 1 September 2025 dan resmi dioperasikan pada 12 Maret 2026.
Ia menyebutkan, program air minum tersebut memberikan manfaat bagi 230 kepala keluarga atau sekitar 920 jiwa yang berada di Dusun II, III, dan IV Desa Pegagan Julu III.
“Hingga saat ini Water Mission telah membangun sistem air minum dengan sambungan rumah bagi 738 kepala keluarga di Kabupaten Dairi,” jelas Deddy.
Program tersebut tersebar di beberapa desa, yakni Desa Lae Itam sebanyak 84 KK pada tahun 2023, Desa Kuta Gugung sebanyak 194 KK pada tahun 2024, Desa Dolok Tolong sebanyak 230 KK pada tahun 2025, serta Desa Pegagan Julu III sebanyak 230 KK pada tahun 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Aliansi Masyarakat Pemerhati Dairi (AMPEDA) turut menghidupkan kembali benih pembibitan ikan di Silancang sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). AMPEDA juga mendukung gerakan merawat bumi yang digagas Pemerintah Kabupaten Dairi dengan membagikan bibit pohon kemiri dan tanaman kopi kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sumbul Rinto Hutauruk, Kepala Desa Pegagan Julu III Patar Nainggolan, Komite Air Desa Pegagan Julu III, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (CN)





