Nasional

Keracunan MBG, 153 Siswa SMK HKBP Dairi Dirujuk ke Rumah Sakit

172
×

Keracunan MBG, 153 Siswa SMK HKBP Dairi Dirujuk ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

DAIRI – Dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai merambah ke Kabupaten Dairi. Sedikitnya 153 siswa SMK HKBP Kabupaten Dairi harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala mual, muntah, dan diare secara bersamaan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, ditandai dengan hilir mudiknya ambulans yang membawa para siswa ke RSUD Sidikalang, puskesmas, serta sejumlah rumah sakit swasta di Kabupaten Dairi.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, para siswa sebelumnya mengonsumsi makanan MBG yang disajikan pada Senin (9/2/2026). Saat itu belum dirasakan adanya reaksi apa pun. Namun keesokan harinya, gejala keracunan muncul secara serentak saat jam pelajaran berlangsung.

Sejumlah siswa dilaporkan mendadak lemas, muntah berulang, diare, bahkan ada yang hingga pingsan di dalam kelas. Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah bergerak cepat dengan mengevakuasi siswa ke fasilitas kesehatan terdekat. Pihak sekolah juga langsung menolak kiriman MBG yang kembali datang ke sekolah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Bancin, didampingi tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, terlihat mengunjungi para siswa yang dirawat. Dugaan sementara, keracunan berasal dari makanan MBG yang diproduksi salah satu SPPG di sekitar Kota Sidikalang.

Dokter Lois Sihombing saat ditemui awak media menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Sementara masih dalam tahap uji laboratorium. Biarkan tim lab bekerja dulu, nanti hasilnya akan kami sampaikan secara akurat,” ujar dr Lois.

Ia menambahkan, gejala yang dialami para siswa mengarah pada keracunan makanan, yakni mual, muntah, dan diare berulang. Dugaan awal juga mengarah pada kemungkinan kelalaian pihak SPPG, khususnya terkait standar kebersihan dan sterilisasi dapur.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian siswa masih menjalani perawatan medis, sementara pihak terkait terus melakukan penelusuran penyebab pasti kejadian tersebut.(CN)