Nasional

Tokoh Adat Dogiyai Serukan Perdamaian, Warga Diminta Jaga Kamtibmas

196
×

Tokoh Adat Dogiyai Serukan Perdamaian, Warga Diminta Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

DOGIYAI– Tokoh Adat Kabupaten Dogiyai, Isak Tebai, menyerukan kepada seluruh masyarakat agar menghentikan segala bentuk aksi kriminal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Dogiyai. Ia menegaskan pentingnya menjaga situasi damai yang selama ini telah terpelihara dengan baik.

Seruan tersebut disampaikan Isak Tebai pada Jumat (23/01), menyusul maraknya isu adanya kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab yang diduga berupaya menghasut masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk terlibat dalam aksi-aksi kriminal yang meresahkan.

Isak Tebai secara tegas mengecam segala bentuk provokasi yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Dogiyai. Ia juga menolak kehadiran kelompok mana pun yang berupaya menciptakan ketidakamanan di daerah tersebut.

“Saya selaku Tokoh Adat di Kabupaten Dogiyai mengecam keras apabila ada kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab, termasuk TPN-OPM, yang mencoba menghasut masyarakat atau pemuda untuk melakukan aksi kriminal,” tegasnya.

Menurut Isak Tebai, tindakan provokatif semacam itu sangat bertolak belakang dengan jati diri masyarakat Dogiyai yang menjunjung tinggi perdamaian, persatuan, dan kebersamaan. Ia pun meminta agar kelompok-kelompok tersebut tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah Kabupaten Dogiyai.

“Saya minta dengan tegas agar kelompok-kelompok tersebut tidak menunjukkan aksi di Kabupaten Dogiyai, apalagi menghasut masyarakat. Tanah ini adalah tanah damai dan tidak boleh dirusak oleh kepentingan tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isak Tebai menekankan bahwa Kabupaten Dogiyai selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan demi kelangsungan kehidupan sosial serta pembangunan daerah.

“Mari kita jaga Dogiyai tetap aman dan damai. Jangan mudah terprovokasi, karena yang akan dirugikan adalah masyarakat kita sendiri,” pungkasnya.(Ril)