Nasional

Wapres Gibran Tinjau SRMA 41 Biak, Pastikan Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu

1480
×

Wapres Gibran Tinjau SRMA 41 Biak, Pastikan Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu

Sebarkan artikel ini

BIAK – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 Biak Numfor untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan optimal dan menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, Selasa (13/01/2026).

Menurut Wapres, Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan setara, membangun karakter, serta menyiapkan generasi muda Papua dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk masa depan yang lebih baik.

“Penguatan Sekolah Rakyat adalah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Saya ditugaskan memastikan program ini didukung berkelanjutan, mulai dari pemenuhan tenaga pendidik, perbaikan sarana-prasarana, hingga penguatan kualitas pembelajaran. Tidak boleh ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi wilayah,” tegas Wapres.

Kepala SRMA 41 Biak, Samuel Franklyn Yawan, menjelaskan perkembangan operasional sekolah yang telah berjalan enam bulan. Sekolah ini menjadi harapan besar bagi keluarga kurang mampu di wilayah Biak Numfor.

“Sekolah Rakyat ini adalah jawaban bagi keluarga kurang mampu. Selama ini orang tua menginginkan pendidikan berkualitas, dan baru lewat program Presiden Prabowo hal ini bisa terwujud,” ujarnya.

Samuel menambahkan bahwa pemenuhan fasilitas dilakukan bertahap. Kini, SRMA 41 Biak telah memiliki dapur memadai, perangkat pembelajaran digital seperti laptop dan smartboard, serta kelengkapan seragam siswa, termasuk pakaian harian dan batik. Tantangan utama yang masih dihadapi adalah kekurangan guru, sekitar sepuluh orang.

Guru Bahasa Inggris, Nanda Restu Saifin Nuhai, menjelaskan proses pembelajaran dilakukan terpadu antara sekolah dan asrama. Siswa belajar reguler dari pagi hingga sore, lalu dilanjutkan pembinaan di asrama bersama wali asuh. Ia menilai interaksi antara guru dan siswa berjalan baik, dengan semangat belajar tinggi. Beberapa siswa bahkan sudah mengikuti kegiatan tingkat Papua di bidang seni.

Salah satu siswa, Ricky Yansen K. Siri, kelas X A, menyatakan rasa syukur bisa bersekolah di SRMA 41 setelah sebelumnya terkendala biaya. “Sebelumnya tidak ada biaya untuk sekolah, tapi sekarang sudah bisa. Saya sangat bangga dan bersyukur atas keberadaan sekolah ini,” ujarnya, sambil mengapresiasi program Presiden dan Wapres.

Secara nasional, Sekolah Rintisan (SR) tahap 1 telah dibuka sejak Tahun Ajaran 2025/2026 di 166 lokasi secara bertahap. Di Papua, SR hadir di enam lokasi dengan kapasitas total 24 rombongan belajar, menampung 600 siswa dari jenjang SD hingga SMK. SRMA 41 Biak saat ini menampung 97 siswa dari berbagai distrik, didukung delapan guru PPPK dan tenaga kependidikan, dengan fasilitas ruang kelas, asrama, aula, ruang makan, listrik, air bersih, dan akses internet yang memadai.

Sekretariat Wapres