Nasional

Presiden Prabowo Saksikan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya Karawang

80
×

Presiden Prabowo Saksikan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya Karawang

Sebarkan artikel ini

KARAWANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), dalam rangka menghadiri Panen Raya sekaligus Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi tonggak penting pencapaian target ketahanan pangan nasional yang selama ini menjadi agenda prioritas pemerintah.

Presiden Prabowo tiba di Karawang melalui Helipad Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB), Dusun Sukajadi, Kecamatan Cilebar. Kedatangan Kepala Negara disambut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait.

Antusiasme masyarakat tampak sejak Presiden Prabowo bergerak menuju lokasi acara di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar. Ribuan warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan langsung kedatangan Presiden. Dari atas kendaraan, Presiden Prabowo menyapa warga dengan ramah, melambaikan tangan, bahkan beberapa kali menghentikan kendaraan untuk berinteraksi langsung.

Salah seorang warga, Lilis, mengaku sengaja datang sejak pagi demi melihat langsung Presiden Prabowo. “Senang, senang banget,” ujarnya dengan penuh antusias.

Setibanya di Desa Kertamukti, Presiden Prabowo meninjau langsung Panen Raya sekaligus berbagai inovasi teknologi pertanian modern. Kepala Negara menyaksikan pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain teknologi budidaya, Presiden Prabowo juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden turut mencicipi sejumlah produk hasil olahan yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan nilai tambah produk pertanian nasional.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengembangan hilirisasi gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang besar di pasar global.

“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lain. Ini menjadi keunggulan strategis karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalamnya terkandung dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan industri dunia.

Namun demikian, selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan mentah sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati negara lain. Karena itu, Makky berharap adanya dukungan pemerintah untuk membuka industri hilirisasi gambir di dalam negeri.

“Harapannya tentu Bapak Presiden melalui para menteri dan seluruh struktur terkait dapat membuka kesempatan industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi Sumatra Barat dan Sumatra Utara,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga dijadwalkan mengumumkan pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, serta dukungan masyarakat luas.

Swasembada pangan menjadi fondasi penting ketahanan nasional, kedaulatan negara, dan peningkatan kesejahteraan rakyat, sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia yang mandiri dan berdaulat di sektor pangan.

(BPMI Setpres)