Nasional

Bantuan Bencana di Sumatra Capai Rp100,4 Miliar, Pemerintah Pastikan Distribusi Cepat

83
×

Bantuan Bencana di Sumatra Capai Rp100,4 Miliar, Pemerintah Pastikan Distribusi Cepat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial dan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berjalan cepat, tepat sasaran, serta terukur. Hingga saat ini, total nilai bantuan tanggap darurat bencana di wilayah Sumatra yang telah tersalurkan mencapai Rp100.484.346.880.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan, bantuan tersebut berupa lauk-pauk, family kit, pakaian anak (kids wear), serta kebutuhan bahan makanan untuk mendukung operasional 42 dapur umum di daerah terdampak.

“Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana di Sumatra yang telah tersalur sebesar Rp100.484.346.880,” ujar Agus Jabo dalam keterangan pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Ia merinci, bantuan tersebut terdiri atas Rp43.606.958.300 untuk Provinsi Aceh, Rp19.418.596.580 untuk Provinsi Sumatra Barat, dan Rp37.458.792.000 untuk Provinsi Sumatra Utara. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per orang kepada 86 ahli waris, dengan total nilai Rp1.290.000.000.

Agus Jabo menegaskan, setiap data korban yang telah diverifikasi oleh bupati, wali kota, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera ditindaklanjuti untuk proses pencairan santunan.

“Setiap data yang telah diverifikasi oleh bupati, wali kota, dan BNPB akan segera kami tindak lanjuti untuk pencairan santunan korban meninggal dunia,” tegasnya.

Selain bantuan tanggap darurat, pemerintah juga menyiapkan berbagai bantuan pascabencana. Bantuan tersebut meliputi bantuan tunai Rp3.000.000 per keluarga untuk kebutuhan perabotan rumah tangga bagi penerima hunian sementara maupun hunian tetap, tambahan bantuan lauk-pauk sebesar Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan, serta dukungan pemberdayaan ekonomi pascabencana secara tunai sebesar Rp5.000.000 per keluarga sesuai hasil asesmen di lapangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa dalam satu bulan terakhir, distribusi logistik telah mencapai 1.526 ton dengan tingkat penyaluran sebesar 97 persen.

Di Posko Iskandar Muda, Aceh, laju distribusi logistik tercatat sebesar 80,93 persen. Adapun di Sumatra Utara, distribusi logistik di Posko Silangit mencapai 98,2 persen dan di Posko Kualanamu sebesar 72,4 persen. Sementara itu, distribusi logistik di Sumatra Barat mencapai 93,5 persen.

“SOP kami jelas, tidak ada barang yang datang dan tinggal lebih dari 2×24 jam. Semua harus langsung terdistribusi. Karena itu, laju distribusi di setiap posko berada di atas 80 persen,” ujar Abdul Muhari.

Terkait dana tunggu hunian, Abdul Muhari menjelaskan bahwa sebanyak 16.264 kepala keluarga telah terdata secara by name by address dan tervalidasi dengan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Dana sebesar Rp600.000 per KK per bulan akan disalurkan melalui mekanisme jemput bola oleh bank-bank Himbara.

“Pencairan Rp600 ribu per KK per bulan akan dilakukan dengan mekanisme jemput bola, sehingga masyarakat tidak perlu antre di bank,” jelasnya. Ia menambahkan, rekening penerima telah dibuka dan penyaluran tahap pertama akan segera dilaksanakan, sementara pendataan tahap berikutnya terus berjalan. (BPMI Setpres)