Berita Daerah

Antisipasi Gangguan Ibadah, Polsek Tanah Jawa Mediasi Cafe Compeni dan Gereja HKI

76
×

Antisipasi Gangguan Ibadah, Polsek Tanah Jawa Mediasi Cafe Compeni dan Gereja HKI

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Polsek Tanah Jawa mengambil langkah preventif dengan melakukan patroli sekaligus mediasi antara pemilik tempat hiburan dan pengurus rumah ibadah guna menjaga kenyamanan umat dalam beribadah.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kunjungan ke Cafe Compeni dan Gereja HKI di Nagori Bosar Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.


“Kami melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik cafe dan pihak gereja agar tercipta situasi yang kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Kompol Asmon Bufitra saat dikonfirmasi, Senin malam.

Menurutnya, langkah ini merupakan upaya nyata kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, mengingat jarak cafe dan gereja yang berdekatan dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan apabila tidak ada koordinasi.

“Kami ingin ibadah berlangsung khidmat tanpa gangguan, namun di sisi lain pelaku usaha juga tetap merasa dihargai. Kuncinya adalah komunikasi dan saling menghormati,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, personel Polsek Tanah Jawa Aiptu E. Panjaitan dan Aiptu W. Siahaan berdialog langsung dengan pemilik Cafe Compeni,

Parlindungan Saragih, serta Guru Huria Gereja HKI, Y. Sagala. Mediasi ini turut disaksikan Gamot Huta II Nagori Bosar Bayu sebagai perwakilan masyarakat.
“Hasil dialog berjalan baik dan penuh kekeluargaan. Pemilik cafe sangat kooperatif dan memahami situasi,” ungkap Aiptu E. Panjaitan.

Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa Cafe Compeni tidak akan beroperasi selama berlangsungnya ibadah Natal di Gereja HKI maupun perayaan Tahun Baru, demi menjaga ketenangan dan kenyamanan jemaat.

“Saya mendukung penuh kelancaran ibadah. Ini demi kebaikan bersama agar tidak terjadi konflik di lingkungan kami,” ujar Parlindungan Saragih.

Kesepakatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak gereja. Guru Huria HKI, Y. Sagala, menyampaikan terima kasih atas peran aktif Polsek Tanah Jawa dalam memfasilitasi dialog yang mengedepankan toleransi.

“Kami sangat terbantu dengan adanya mediasi ini. Jemaat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” katanya.
Kapolsek Tanah Jawa menegaskan bahwa mediasi ini menjadi contoh penyelesaian masalah secara humanis dan preventif, sejalan dengan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat.

“Ini bukan soal membatasi usaha, tetapi tentang saling menghormati. Toleransi adalah kunci terciptanya ketertiban,” tegasnya.

Ia menambahkan, patroli dan sambang dialogis akan terus ditingkatkan, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan nasional, sebagai langkah pencegahan dini potensi konflik sosial.

Sementara itu, Gamot Huta II Nagori Bosar Bayu mengapresiasi kehadiran Polsek Tanah Jawa yang dinilai mampu menjadi penengah dan menjaga kerukunan warga.

“Dengan adanya mediasi ini, masyarakat merasa aman dan nyaman. Semua pihak diuntungkan,” ujarnya.
Dengan hasil tersebut, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa terpantau aman, tertib, dan kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.(Ril)