Uncategorized

Bupati Simalungun Dukung Penetapan Makam Pahlawan dan Pengaktifan Museum Simalungun

112
×

Bupati Simalungun Dukung Penetapan Makam Pahlawan dan Pengaktifan Museum Simalungun

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Ahmad Saragih, menerima kunjungan Tim Ahli Sanggar Budaya Simalungun di Pendopo Rumah Dinas Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Jumat (19/12/2025). Kunjungan tersebut membahas upaya pelestarian cagar budaya dan pengaktifan kembali Museum Simalungun.

Tim ahli yang hadir terdiri dari Prof. Dr. Hisarma Saragih, Rohdian Purba, Harry Pangalihan Sinaga, Djapaten Purba, Pdt. Juandaha Raya Purba, Hotman Damanik, dan Hermanto Sipayung, didampingi sejumlah pimpinan instansi terkait.

Dalam pertemuan itu, Prof. Dr. Hisarma Saragih menyampaikan dua usulan strategis. Pertama, mengusulkan makam Pahlawan Nasional Tuan Rondahin Saragih untuk ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

“Regulasinya cukup melalui pengajuan dari pemerintah kabupaten, kemudian diteruskan ke provinsi hingga tingkat nasional,” jelas Hisarma.

Usulan kedua menyangkut kondisi Museum Simalungun yang berada di Kota Pematangsiantar. Menurut Hisarma, museum tersebut saat ini tidak beroperasi secara optimal, terutama sejak wafatnya Ketua Yayasan Museum Simalungun, sehingga diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk penataan dan pengelolaannya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Anton menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya Simalungun. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Simalungun hingga kini belum memiliki makam pahlawan, sehingga pengusulan makam Tuan Rondahin Saragih dinilai sangat penting.

“Kita harus segera mempersiapkan seluruh persyaratan agar dapat diajukan ke tingkat provinsi sampai nasional,” tegas Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa makam pahlawan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan malam renungan suci setiap 17 Agustus.

Terkait Museum Simalungun, Bupati langsung memerintahkan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Buparekraf) Kabupaten Simalungun untuk segera mengambil langkah terbaik dalam proses pengaktifan kembali museum.

“Ambil langkah yang paling tepat, jangan sampai menimbulkan persoalan atau konflik. Harapannya museum dapat kembali berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya Simalungun,” pungkas Bupati.(Ril)