LABUHAN BATU – Dalam upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Desa N.6 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, menggelar pelatihan usaha rumahan berupa pembuatan cinderamata dari bahan baku manik-manik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (15/12/2025).
Kepala Desa N.6 Aek Nabara, Yunus Ginting, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan, keahlian, dan keterampilan masyarakat, khususnya kaum ibu, agar memiliki peluang usaha dan penghasilan tambahan.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu desa, sehingga ke depan mereka mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis yang dapat menambah pendapatan keluarga,” ujar Yunus Ginting kepada wartawan.
Ia menjelaskan, pelatihan memanfaatkan bahan baku manik-manik yang dirangkai menjadi berbagai produk cinderamata, seperti dompet, tas, dan aksesoris lainnya. Untuk menunjang kualitas pelatihan, pemerintah desa menghadirkan tenaga ahli dari Rumah UMKM Kabupaten Labuhanbatu.
“Pelatihan ini berlangsung selama sepuluh hari dan diikuti oleh sepuluh orang peserta. Kami optimistis, dalam kurun waktu tersebut para peserta sudah mampu menguasai keterampilan dasar pembuatan produk manik-manik,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelatih, Sumiati, menilai pembuatan cinderamata dari manik-manik memiliki nilai jual yang cukup baik. Menurutnya, dengan keseriusan dan ketekunan, peserta pelatihan dapat menghasilkan berbagai produk seperti dompet, dompet ponsel, tas, dan kerajinan lainnya.
“Jika peserta benar-benar fokus selama pelatihan, dalam sepuluh hari mereka sudah bisa menghasilkan produk yang siap dipasarkan,” ungkap Sumiati.
Ia berharap, setelah pelatihan selesai, para peserta dapat melanjutkan usaha tersebut di rumah masing-masing. Dengan demikian, Desa N.6 Aek Nabara ke depan diharapkan dapat dikenal sebagai sentra penghasil cinderamata manik-manik.
Di sisi lain, para peserta pelatihan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa N.6 Aek Nabara atas terselenggaranya program pelatihan keterampilan usaha rumahan tersebut.
“Kami sangat senang dan bersyukur karena melalui pelatihan ini kami mendapatkan keahlian dan keterampilan baru yang bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar salah satu peserta.(Isw)





