Uncategorized

Jaga Stabilitas Harga Natal, Sat Reskrim Polres Simalungun Turun ke Pasar

218
×

Jaga Stabilitas Harga Natal, Sat Reskrim Polres Simalungun Turun ke Pasar

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Simalungun turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi kamtibmas dan melindungi masyarakat dari lonjakan harga maupun potensi kelangkaan sembako menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Sidak dilaksanakan pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Tim Sat Reskrim Polres Simalungun yang dipimpin Kanit Ekonomi IPDA Gagas Dewanta, S.Tr.K., M.H., menyasar Pasar Tradisional Sidamanik, Kecamatan Sidamanik, serta Kilang Padi Intifada, Kabupaten Simalungun.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manulang, S.H., saat dikonfirmasi Senin malam sekitar pukul 19.50 WIB, menyampaikan bahwa sidak ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dengan aman dan nyaman, tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok. Ini merupakan wujud pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujar AKP Herison Manulang.

Dalam pelaksanaannya, Sat Reskrim Polres Simalungun tidak bekerja sendiri. Kegiatan ini melibatkan lintas instansi, antara lain Asisten II Bidang Perekonomian, Kepala Bank Indonesia Pematangsiantar, Danramil Sidamanik, Kepala Bulog Pematangsiantar, Kabag Perekonomian Kabupaten Simalungun, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kominfo, serta Camat Sidamanik.

IPDA Gagas Dewanta menjelaskan, hasil pengecekan menunjukkan ketersediaan bahan pokok masih mencukupi dan harga relatif stabil. Tidak ditemukan indikasi penimbunan maupun permainan harga oleh pedagang.

“Stok bahan pokok aman dan harga masih dalam batas wajar. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak rasional menjelang Natal,” jelasnya.

Adapun harga beras premium di pasaran berkisar antara Rp14.200 hingga Rp15.400 per kilogram, sementara beras medium merek SPHP/Bulog dijual Rp13.100 per kilogram. Gula pasir dan gula merah masing-masing dijual Rp18.000 per kilogram, sedangkan garam beryodium halus Rp10.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi murni dijual Rp120.000 per kilogram, daging ayam potong Rp40.000 per kilogram, dan daging ayam kampung Rp68.000 per kilogram. Telur ayam broiler dijual Rp2.500 per butir dan telur ayam kampung Rp3.000 per butir.

Sementara itu, harga cabai masih terpantau tinggi. Cabai rawit dijual Rp56.000 per kilogram, cabai hijau Rp65.000 per kilogram, dan cabai merah mencapai Rp70.000 per kilogram. Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, tingginya harga cabai dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi, bukan akibat penimbunan.

Bawang merah dijual Rp36.000 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 per kilogram. Untuk sayur-mayur, harga relatif terjangkau, seperti bayam Rp3.000 per kilogram, kangkung Rp5.000 per kilogram, dan kol Rp6.000 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp18.000 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan merek Minyak Kita dijual Rp17.000 per liter.

Kasat Reskrim menegaskan, kegiatan pemantauan pasar akan terus dilakukan hingga perayaan Natal guna mencegah praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan monitoring di pasar-pasar tradisional lainnya. Apabila ditemukan adanya penimbunan atau permainan harga, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum,” tegas AKP Herison Manulang.

Kepala Bank Indonesia Pematangsiantar mengapresiasi langkah cepat Polres Simalungun dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Hingga sidak berakhir, situasi di Pasar Tradisional Sidamanik terpantau aman dan kondusif. Para pedagang bersikap kooperatif selama pemeriksaan berlangsung.(Ril)