Nasional

Wali Kota Pematangsiantar Pelajari Strategi Pengendalian Inflasi di Yogyakarta

84
×

Wali Kota Pematangsiantar Pelajari Strategi Pengendalian Inflasi di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). Bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wesly meninjau langsung Kios ‘Segoro Amarto’ di Pasar Beringharjo, kawasan Malioboro, yang menjadi salah satu strategi pengendalian inflasi di Yogyakarta.

Program Kios ‘Segoro Amarto’ dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta tercatat sebagai salah satu TPID Berprestasi Tahun 2025 untuk wilayah Pulau Jawa. Wesly mengatakan kunjungan ini bertujuan mempelajari langkah-langkah pengendalian inflasi yang telah diterapkan di Yogyakarta.

“Inflasi Kota Pematangsiantar hingga November 2025 tercatat 4,08%. Puncaknya terjadi pada September, menjadikan kota ini salah satu dari 10 kota dengan inflasi tertinggi di Indonesia,” ujar Wesly. Inflasi tersebut banyak dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur.

Beberapa strategi TPID Pematangsiantar antara lain: pasar murah rutin, Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, pemberantasan barang kena cukai ilegal, pemantauan harga kebutuhan pokok, penguatan Toko Pengendalian dan Pantau Inflasi (Toppis) yang saat ini telah ada 11 toko, serta pengembangan kios pangan di wilayah pinggiran. TPID juga melakukan contract farming cabai merah, penguatan Pekarangan Pangan Lestari, dan perbaikan saluran irigasi pertanian.

Selain itu, TPID Pematangsiantar aktif menjalin kerja sama antar daerah, termasuk Kabupaten Batubara, serta rutin mengadakan rapat teknis internal, High Level Meeting setiap triwulan, dan koordinasi dengan Kemendagri melalui zoom meeting. Melalui berbagai strategi, kota berhasil mencatat deflasi 0,31% pada Oktober dan 0,11% pada November 2025.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan SE MM, menyambut Wesly dan rombongan. Wawan menjelaskan, menjelang musim liburan akhir tahun, Yogyakarta sebagai kota acuan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan destinasi wisata utama, berpotensi mengalami peningkatan permintaan berbagai komoditas. Oleh karena itu, pemantauan langsung dilakukan di Pasar Beringharjo dan Gudang Indomarco Prismatama untuk memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi.

Kios ‘Segoro Amarto’ tersebar di pasar tradisional Yogyakarta dan berfungsi sebagai acuan harga kebutuhan pokok untuk mencegah inflasi. Selain itu, inovasi Warung Mrantasi mengajak pedagang sadar dan tanggap terhadap pengendalian inflasi. Wawan mengimbau agar pedagang dan distributor tidak menaikkan harga secara berlebihan dan tidak menimbun bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan gudang Indomarco Yogyakarta dan pertukaran cenderamata antara Wali Kota Wesly dan Wakil Wali Kota Wawan. Turut mendampingi Wesly, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM, Plt Kepala BPKD Alwi Adrian Lumbangaol SSTP MSi, Kabag Perekonomian dan SDA Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, serta Kabag Prokopim Fadlan Syarkawi SSTP. (Ril)