SIDIKALANG – Sudah lima hari antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Dairi tidak kunjung terurai. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya permainan dalam pengelolaan distribusi BBM, khususnya Pertalite, karena pasokan yang masuk dinilai tidak sebanding dengan cepatnya stok habis setiap hari.

Berdasarkan data perkiraan warga, Kabupaten Dairi menerima sekitar 8.000 liter Pertalite per hari untuk tiap SPBU. Dengan tiga SPBU aktif, total pasokan mencapai 24.000 liter per hari, atau sekitar 120.000 liter selama lima hari, terhitung sejak Senin (1/12/2025). Secara hitungan sederhana, jumlah tersebut dinilai cukup untuk mengurangi panjang antrean.
Namun faktanya, hingga Jumat (5/12) antrean masih terjadi. Bahkan pada pukul 11.09 WIB, Pertalite di salah satu SPBU sudah kembali habis meski pelayanan baru dimulai pada pukul 07.30 WIB. Artinya, pasokan 8.000 liter hanya bertahan sekitar empat jam.
“Tidak masuk akal kalau 8.000 liter bisa habis hanya dalam empat jam. Kami antre sejak malam, tidur di jalan, tapi tetap tidak dapat jatah,” ujar seorang warga yang mengaku sudah dua malam bermalam di tepi jalan demi mengamankan antrean. Ia menyebut panjang antrean mencapai hampir 800 meter, namun banyak yang tetap tidak kebagian BBM.
Situasi ini membuat masyarakat Dairi semakin resah. Selain mengganggu aktivitas pengguna jalan, antrean panjang di Jalan Sisingamangaraja turut berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat, karena banyak warga tidak bisa bekerja atau menjalankan usaha akibat keterbatasan bahan bakar.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya bagian perekonomian, untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Menurut warga, antrean telah terjadi hampir setiap hari dan bahkan mencapai beberapa kilometer dari SPBU, namun penanganan dinilai belum terlihat.
Dari hitungan warga, total pasokan Pertalite untuk tiga SPBU di Dairi mencapai 24.000 liter per hari, namun tetap habis dalam waktu sekitar 3–4 jam. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: ada apa dengan distribusi Pertalite di SPBU Kabupaten Dairi?(CN)





