Nasional

Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tapsel dan Aceh Singkil, Pemerintah Percepat Pemulihan

88
×

Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tapsel dan Aceh Singkil, Pemerintah Percepat Pemulihan

Sebarkan artikel ini

TAPSEL SINGKIL – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau dua wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, serta Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, pada Kamis (04/12/2025). Peninjauan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak cepat menangani bencana, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mempercepat pemulihan infrastruktur.

Setelah mengunjungi wilayah terdampak di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Wapres langsung bertolak ke Tapanuli Selatan. Di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, ia melihat langsung kondisi permukiman, fasilitas umum, serta jalan penghubung Tapanuli Selatan–Sibolga yang putus akibat banjir bandang pada 25 November 2025. Wapres selanjutnya meninjau Posko Penanggulangan Bencana di Desa Batu Hula untuk memastikan distribusi logistik, layanan dapur umum, serta posko kesehatan dari Kodam I/Bukit Barisan berjalan optimal.

Di lokasi pengungsian, Wapres berdialog dengan warga, mencatat keluhan, serta menyerahkan bantuan berupa sembako, selimut, keperluan bayi, dan kebutuhan dasar lainnya. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi masyarakat Sumatra. Ia meminta maaf atas kekurangan penanganan dan meminta pemerintah daerah mempercepat distribusi bantuan melalui seluruh jalur transportasi.

Wapres juga menginstruksikan percepatan pemulihan akses jalan, jembatan, sekolah, jaringan listrik, logistik BBM, serta pendataan rumah warga yang rusak. Pemerintah memastikan dukungan pembangunan hunian sementara (huntara). BNPB menyatakan siap membangun satu unit huntara dalam tiga hari setelah lahan disediakan pemerintah kabupaten. Bagi warga yang belum masuk huntara, pemerintah menyiapkan dana tunggu Rp600.000 per bulan per KK.

Tapanuli Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 79 korban meninggal, 35 hilang, dan ribuan mengungsi.

Dari Tapanuli Selatan, Wapres bertolak ke Kabupaten Aceh Singkil. Data BNPB per 3 Desember 2025 mencatat 21.143 jiwa terdampak banjir dan longsor, dengan 5.286 KK mengungsi. Setibanya di Aceh Singkil, Wapres meninjau Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, bersama Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon.

Wapres memastikan percepatan penanganan banjir, pendataan kerusakan, serta penyediaan logistik bagi warga. Pada kesempatan ini, BUMN melalui PT BSI dan PT Pupuk Indonesia menyerahkan bantuan 200 paket logistik berisi kebutuhan pangan dan kesehatan.

 

Wapres lalu menuju Desa Gosong Telaga Barat untuk mengecek kondisi jembatan yang terdampak bencana dan menerima laporan kerusakan infrastruktur dari pemerintah daerah. Bupati Safriadi menjelaskan bahwa banjir dan longsor akibat hujan ekstrem sejak 19 November 2025 telah merusak permukiman, jembatan, dan akses jalan di sembilan kecamatan dan 67 desa. Distribusi logistik bahkan harus dilakukan menggunakan perahu karet.

Safriadi meminta dukungan pemerintah pusat untuk pemulihan air bersih, pembangunan tanggul, perbaikan akses jalan, dan pemulihan infrastruktur vital lainnya. Wapres memastikan pemerintah akan membantu dan meminta pemerintah daerah menyiapkan rincian kebutuhan untuk dipresentasikan di Jakarta.

Setelah menyelesaikan agenda lapangan di Aceh Singkil, Wapres bertolak ke Pangkalan Udara Soewondo, Medan, untuk meninjau kesiapan gudang logistik bagi berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatra bagian utara.

Biro Pers, Media dan Informasi

Sekretariat Wapres