Nasional

Kemendikdasmen Siapkan 150.000 Beasiswa untuk Guru pada 2026

72
×

Kemendikdasmen Siapkan 150.000 Beasiswa untuk Guru pada 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru melalui penyediaan 150.000 kuota beasiswa bagi pendidik di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik minimal D4/S1.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa beasiswa tersebut diprioritaskan bagi guru yang belum menyelesaikan studi D4 atau S1. Melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengalaman mengajar guru akan diakui dan dikonversi menjadi beban kredit mata kuliah sehingga mempercepat proses kelulusan.

“Tahun depan kami memberikan kesempatan belajar untuk guru-guru yang belum D4 atau S1 agar dapat menempuh studi melalui sistem RPL,” ujar Abdul Mu’ti dalam Seminar Wisuda Universitas Terbuka di UT Convention Centre, Tangerang Selatan, Senin (01/12/2025).

Kemendikdasmen telah menetapkan alokasi beasiswa sebesar Rp3 juta per semester untuk setiap peserta. Melalui sistem RPL, pengalaman mengajar bertahun-tahun dapat dikonversi menjadi kredit akademik, sehingga memperpendek masa studi dan mendorong percepatan peningkatan kualifikasi.

“Guru diharapkan bisa meningkat kesejahteraannya kalau sudah memenuhi kualifikasi S1, karena dengan S1 mereka bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Mudah-mudahan dengan kuliah PPG, para guru dapat memenuhi persyaratan memperoleh tunjangan sertifikasi,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa beasiswa ini akan dibuka untuk seluruh guru yang belum menamatkan pendidikan D4/S1. Mekanisme pendaftaran akan diumumkan dalam waktu dekat. Program ini juga melanjutkan inisiatif sebelumnya, di mana 12.500 guru telah lebih dulu menerima manfaat.

“Dari sinilah kami menata sistem pendidikan agar inovasi-inovasi yang dilakukan dapat memenuhi amanat konstitusi dan menjadi pintu menuju pendidikan berkualitas. Kami menyadari bahwa pendidikan yang bermutu berawal dari guru yang bermutu, dan mutu pendidikan juga ditentukan oleh sarana serta prasarana pembelajaran yang memadai,” tegas Abdul Mu’ti.

Program ini diharapkan menjadi akselerator peningkatan profesionalisme guru sekaligus memperkuat mutu pendidikan nasional dalam jangka panjang.(Ril)