Berita Daerah

Wali Kota Siantar Dorong Transformasi Pendidikan di HUT ke-80 PGRI

134
×

Wali Kota Siantar Dorong Transformasi Pendidikan di HUT ke-80 PGRI

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lahiri Amri Ghoniyu Hasibuan SSTP MAP, membuka Seminar Pendidikan dalam rangka HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 di Aula SMK Bintang Timur, Jalan Melanthon Siregar, Jumat (21/11/2025).

Dalam sambutan tertulisnya, Wesly menyampaikan bahwa tema seminar selaras dengan visi mewujudkan Pematangsiantar sebagai Kota Cerdas. Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi, ketulusan, serta perjuangan dalam membentuk karakter generasi bangsa.

“Selamat HUT ke-80 PGRI dan Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih kepada para guru yang terus berjuang di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi,” katanya.

Menurut Wesly, percepatan perubahan global dan tuntutan kompetensi abad ke-21 mendorong perlunya pembaruan metode belajar dan peningkatan kemampuan pedagogis. Karena itu, seminar menjadi ruang penting untuk bertukar gagasan, memperkuat kapasitas pendidik, dan merumuskan langkah strategis peningkatan mutu pendidikan di Pematangsiantar.

Ia menegaskan bahwa Pemko Pematangsiantar berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan, mulai dari sarana prasarana sekolah, penguatan kompetensi guru, hingga akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

“Keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai pemerintah saja. Peran guru sangat sentral sebagai pilar perubahan dan pembentuk peradaban,” ujarnya.

Wesly juga menekankan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga inspirator, motivator, dan teladan bagi siswa. Ia mengajak seluruh guru untuk menjaga profesionalisme, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap menjunjung integritas. Wali Kota berharap seminar ini melahirkan ide-ide baru dan memperkuat kolaborasi antarpendidik.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kota Pematangsiantar Drs Risbon Sinaga MM mengungkapkan bahwa menurunnya martabat guru menjadi tantangan dunia pendidikan di era digital.

“Semoga marwah guru tetap terjaga sesuai sebutan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Mari tingkatkan solidaritas, kepedulian terhadap guru, anak didik, dan lingkungan,” katanya.

Risbon juga mengajak para guru untuk meningkatkan disiplin sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan. “Tanpa disiplin, mustahil mutu pendidikan dapat meningkat,” tegasnya.(Tp)