Nasional

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Konferensi Kota Toleran di Singkawang

141
×

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Konferensi Kota Toleran di Singkawang

Sebarkan artikel ini

SINGKAWANG – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH., M.Kn., didampingi Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi, menghadiri Konferensi Kota Toleran (KKT) yang digelar Setara Institute di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu–Minggu (15–16/11).

Pada Sabtu malam, Wesly dan Ny. Liswati turut menghadiri Welcome Dinner yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Singkawang di Ballroom Swiss-Belinn Singkawang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan rasa syukur dan apresiasi karena kota yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah KKT.

“Menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami, Singkawang dijadikan tuan rumah. Kedatangan bapak/ibu menambah teman, persahabatan, dan tentu saja mempererat silaturahmi kita,” ujarnya.

Tjhai Chui Mie juga memperkenalkan berbagai kekayaan kuliner khas Singkawang seperti rujak dan bubur, serta mengenalkan Batik Tidayu—batik khas Singkawang yang merupakan akronim dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu.

Sebelum agenda malam, para peserta KKT terlebih dahulu mengikuti kegiatan anjangsana ke sejumlah rumah ibadah di Kota Singkawang pada Sabtu siang sebagai bagian dari rangkaian pengenalan keberagaman lokal.

KKT tahun ini mengusung tema “Menguatkan Inisiatif dan Kolaborasi Membangun Ekosistem Toleransi” dan diikuti kota-kota toleran se-Indonesia, termasuk Kota Pematangsiantar. Ajang ini menjadi wadah berbagi pengalaman, strategi, dan praktik terbaik dalam membangun serta menjaga ekosistem toleransi di tingkat daerah.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi mengatakan bahwa kehadiran Kota Pematangsiantar dalam KKT merupakan bagian dari komitmen memperkuat pembangunan ekosistem toleransi.

“Kota Pematangsiantar menempati peringkat lima Indeks Kota Toleran se-Indonesia, dan peringkat pertama di Provinsi Sumatera Utara,” jelasnya.

Wesly menambahkan, anjangsana ke berbagai situs serta praktik sosial di Singkawang—yang dikenal sebagai kota multietnis—memberikan pengalaman berharga bagi para peserta mengenai keharmonisan keberagaman.

“Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk terus memperkuat toleransi di Kota Pematangsiantar. Kita berharap peringkat toleransi Pematangsiantar dapat terus meningkat,” pungkasnya.(Tp)