Berita Daerah

Inflasi Siantar Turun, Wali Kota Wesly Ikuti Rakor Bersama Mendagri Tito

196
×

Inflasi Siantar Turun, Wali Kota Wesly Ikuti Rakor Bersama Mendagri Tito

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, M.Kn bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkai dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dari Command Center Kantor Wali Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Selasa (4/11/2025) pagi.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia.

Dalam arahannya, Mendagri Tito menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86 persen, naik tipis 0,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Ia menjelaskan, kenaikan inflasi utamanya dipicu oleh komponen perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan emas perhiasan sebagai penyumbang terbesar yakni 0,21 persen.

“Kenaikan harga emas menjadi penyumbang utama inflasi, dan trennya saat ini meningkat cukup tinggi,” ujar Tito.

Ia menambahkan, lonjakan harga emas dipengaruhi faktor global, termasuk menurunnya kepercayaan terhadap dolar Amerika Serikat yang mendorong banyak negara mengalihkan cadangan mereka ke emas. Selain itu, inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah (0,06 persen), telur ayam ras (0,04 persen), daging ayam ras (0,02 persen), dan wortel (0,01 persen).

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan bahwa harga emas terus menunjukkan tren kenaikan signifikan sepanjang Oktober 2025. Ia menyebut, Provinsi Lampung menempati posisi ke-15 dengan inflasi month to month (mtm) sebesar 0,23 persen, sementara posisi tertinggi ditempati Provinsi Banten, disusul Kalimantan Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung.

“Meski komoditas penyumbang inflasi di tiap provinsi berbeda-beda, namun emas perhiasan menjadi faktor yang konsisten memberikan kontribusi hampir di seluruh daerah,” kata Amalia.

Usai mengikuti rakor, Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan bahwa inflasi di Kota Pematangsiantar pada Oktober 2025 justru mengalami penurunan, dengan capaian deflasi sebesar -0,31 persen (mtm). Pada periode sebelumnya, September 2025, inflasi tercatat 0,47 persen (mtm).

Menurut Wesly, komoditas dengan andil deflasi terbesar di Kota Pematangsiantar yakni bawang merah (-0,15 persen), cabai hijau (-0,09 persen), dan beras (-0,07 persen). Sedangkan komoditas dengan andil inflasi terbesar yaitu emas perhiasan (0,29 persen), cabai merah (0,04 persen), dan wortel (0,03 persen).

“Deflasi yang terjadi pada Oktober terutama disumbang oleh penurunan harga komoditas pangan strategis, seperti bawang merah. Harga turun karena pasokan meningkat di wilayah Sumatera Utara yang memasuki masa panen,” jelas Wesly.

Ia menambahkan, secara keseluruhan deflasi bulan Oktober dipicu oleh kombinasi faktor cuaca, biaya produksi, serta keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar.

Wesly menegaskan, Pemerintah Kota Pematangsiantar dan TPID akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi serta mendukung program pemerintah pusat, termasuk penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas kebijakan daerah demi menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional,” tutupnya.

Turut mendampingi Wali Kota Wesly Silalahi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Drs. L. Pardamean Manurung, MAP; Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Ir. Christina Risfani Sidauruk; Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setdako Sari Dewi Rizkiyani Damanik, SSTP, MSP; Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Fidelis Edy Suranta Sembiring, SSTP, MSi; Sekretaris BPKPD Ronny Dicky Wijaya Sinaga, SSTP, MSc; serta perwakilan Bappeda, Kejari Pematangsiantar, Kodim 0207/Simalungun, dan BPS. (Tp)