Internasional

Di APEC, Prabowo Tekankan Peran AI untuk Ketahanan Pangan

359
×

Di APEC, Prabowo Tekankan Peran AI untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Korea Selatan – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi tinggi menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu (1/11/2025).

“Kita sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan. Indonesia berkomitmen menuntaskan kemiskinan dan kelaparan dengan langkah cepat dan terukur,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pengentasan kemiskinan dan kelaparan merupakan tugas paling mendesak dalam pembangunan nasional. Ia menilai pemanfaatan teknologi digital dan AI dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut.

“Kami memusatkan seluruh upaya untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Karena itu, kami percaya penggunaan kecerdasan buatan akan memberikan manfaat besar bagi Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia mulai memetik hasil nyata dari penerapan AI di sektor pertanian. Teknologi modern disebut telah memungkinkan peningkatan produktivitas hingga mencapai swasembada beras dan jagung lebih cepat dari target yang ditetapkan.

“Target awal kami adalah empat tahun, namun dengan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan, produksi pangan nasional meningkat ke tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia,” terang Presiden Prabowo.

Selain sektor pertanian, Presiden juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam memerangi kejahatan lintas batas, termasuk penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring yang merugikan ekonomi negara.

“Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dolar AS setiap tahun akibat aliran dana keluar dari perjudian daring,” ungkapnya.

Presiden Prabowo turut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendidikan dan keterampilan digital masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam inisiatif APEC yang berfokus pada teknologi, pendidikan, dan pemberdayaan usaha kecil.

“Kami ingin berpartisipasi dalam seluruh inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas teknologi dan pendidikan, serta memperkuat sistem kesehatan nasional dalam menghadapi perubahan demografi,” ujar Presiden.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci kemajuan bangsa yang hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antarnegara Asia Pasifik.

“Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita. Melalui kerja sama di APEC, saya yakin kita dapat mencapai tujuan bersama untuk kemajuan kawasan,” pungkasnya.

(BPMI Setpres)