Berita Daerah

Bangunan SMPN 1 Dolok Batu Nanggar  Senilai Rp1,5 Miliar Retak Sebelum Digunakan, Diduga Dikerjakan Asal Jadi

63
×

Bangunan SMPN 1 Dolok Batu Nanggar  Senilai Rp1,5 Miliar Retak Sebelum Digunakan, Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGU – Proyek rehabilitasi bangunan SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 dengan nilai pagu sebesar Rp1.565.000.000, menuai kritik dari berbagai pihak. Proyek tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil monitoring awak media di lokasi, ditemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai jauh dari standar kualitas konstruksi. Kondisi bangunan yang baru beberapa bulan selesai ini menunjukkan berbagai kerusakan, seperti retakan parah pada dinding bagian samping dan belakang gedung. Plafon asbes tampak dipasang secara tidak rapi dan asal jadi. Bahkan, beberapa tiang pondasi belum seluruhnya diplester, seolah-olah sengaja dibiarkan tanpa penyelesaian akhir yang layak.

Tak hanya itu, kualitas material yang digunakan juga menjadi sorotan. Kusen pintu dan jendela menggunakan bahan kayu yang dinilai tidak berkualitas dan terkesan dipilih sembarangan, tanpa memperhatikan aspek keamanan, daya tahan, dan standar kelayakan untuk bangunan pendidikan.

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keprihatinannya terhadap mutu bangunan tersebut.
“Ini sekolah tempat anak-anak menimba ilmu. Kalau kualitas bangunannya seperti ini, sangat disayangkan. Anggarannya besar, tapi hasilnya sangat mengecewakan,” ujarnya dengan nada kecewa.

 

Guru tersebut juga menambahkan bahwa bangunan sekolah semestinya dibuat dengan kualitas baik, demi menunjang kenyamanan dan keselamatan proses belajar-mengajar. Bila kondisi ini dibiarkan, bukan hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Elemen masyarakat di Simalungun mendesak agar Dinas Pendidikan, pengawas proyek, serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan audit teknis terhadap proyek ini. Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana negara, khususnya di sektor pendidikan, adalah hal yang sangat penting. Masyarakat berharap agar dana yang telah dialokasikan benar-benar digunakan secara maksimal untuk menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

Sebagai upaya menjaga keseimbangan pemberitaan, tim media telah berupaya menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Niko Sadauruk, pada Rabu (04/06/2025). Namun hingga berita ini dirilis, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi proyek tersebut. (Red)