Nasional

14 Siswa SMK Arina Sidikalang Diduga Keracunan MBG, Dirawat di RSU

172
×

14 Siswa SMK Arina Sidikalang Diduga Keracunan MBG, Dirawat di RSU

Sebarkan artikel ini

SIDIKALANG – Sebanyak 14 siswa SMK Swasta Arina Sidikalang, Kabupaten Dairi, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SMK Swasta Arina Sidikalang, Herman Sitorus, saat ditemui wartawan di RSUD Sidikalang, Rabu (11/2/2026), mengatakan hingga pukul 11.00 WIB tercatat 14 siswa menjalani perawatan medis.

Menurut Herman, gejala awal muncul pada Rabu pagi saat para siswa masuk sekolah. Enam siswa kelas XI jurusan Kecantikan terlebih dahulu mengeluhkan mual dan muntah.

“Pagi tadi ada enam siswa yang mual dan muntah. Kami langsung membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Herman.

Tidak lama kemudian, beberapa siswa kelas X jurusan OTKP juga mengalami keluhan serupa dan segera dibawa ke rumah sakit.

“Setelah enam siswa dirujuk, menyusul siswa lain dengan gejala yang sama. Sampai pukul 11 siang ini total 14 siswa dirawat di RSUD Sidikalang,” tambahnya.

Herman menjelaskan, sehari sebelum kejadian, yakni Selasa (10/2/2026), para siswa mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Sidikalang. Ia menyebutkan, Selasa merupakan hari pertama sekolah tersebut menerima distribusi MBG dari SPPG 3.

“Sebelumnya kami menerima MBG dari SPPG Empat Lima di Jalan Empat Enam Sidikalang. Pergantian dilakukan karena SPPG sebelumnya sudah kelebihan kapasitas layanan,” jelasnya.

Sementara itu, dua siswa yang dirawat, Syelin Ramadhani Sembiring dan Laila Tarigan, mengaku mulai merasakan gejala beberapa jam setelah menyantap makan siang pada Selasa sekitar pukul 13.00 WIB.

“Kami mulai merasa sakit perut beberapa jam setelah makan. Puncaknya pagi tadi di sekolah terasa mual, pusing, dan muntah-muntah,” ujar keduanya.

Mereka menyebutkan menu yang dikonsumsi terdiri dari ikan tongkol sambal, tempe, sayur tauge, buah salak, dan nasi. Namun, keduanya mengaku kualitas makanan kurang baik.

“Nasanya basah, tempe terasa agak busuk, dan sayur tauge terlihat tidak segar,” ungkap mereka.

Kasus dugaan keracunan ini disebut memiliki kemiripan dengan kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di SMK Swasta HKBP Sidikalang, yang juga menerima distribusi MBG dari SPPG Sidikalang 3.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. (CN)