Nasional

Bupati Vandiko Minta Dukungan Alsintan untuk 2.000 Hektare Bawang Putih

65
×

Bupati Vandiko Minta Dukungan Alsintan untuk 2.000 Hektare Bawang Putih

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir semakin memantapkan pengembangan bawang putih sebagai salah satu komoditas strategis pertanian. Dengan dukungan pemerintah pusat, Samosir siap memperluas areal pengembangan hingga 2.000 hektare guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada bawang putih nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (7/10/2026).

Rakor dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Muhammad Taufiq Ratule, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Van Basten Panjaitan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Kabupaten Samosir Tumiur Gultom, Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang serta sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara.

Pada 2027, pengembangan bawang putih di Sumatera Utara direncanakan mencakup 11 kabupaten dengan total target 3.460 hektare. Kabupaten Samosir mendapat alokasi 1.180 hektare atau menjadi daerah dengan alokasi terbesar di Sumatera Utara. Sementara pada 2026, dari target 564 hektare se-Sumatera Utara, Samosir memperoleh alokasi 265 hektare.

Bupati Vandiko menegaskan, alokasi 1.180 hektare tersebut bukan batas maksimal. Pemkab Samosir bahkan menyatakan kesiapan jika pengembangan diperluas hingga 2.000 hektare. Namun, perluasan tersebut membutuhkan dukungan sarana dan prasarana pertanian, terutama alat dan mesin pertanian (alsintan) serta infrastruktur irigasi.

“Tahun depan kami siap, sesuai data 1.180 hektare. Bahkan lahan existing sampai 2.000 hektare kami siap. Namun kami butuh dukungan alsintan dan irigasi untuk pengairan,” tegas Vandiko.

Menurutnya, kesiapan Samosir merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda nasional, khususnya penguatan ketahanan pangan dan upaya mewujudkan swasembada komoditas pertanian strategis. Pengembangan bawang putih juga diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Muhammad Taufiq Ratule mengapresiasi kesiapan Pemkab Samosir. Ia meminta kebutuhan alsintan dan irigasi segera diusulkan melalui direktorat terkait.

“Terima kasih kepada Bupati Samosir atas semangat dan dukungan untuk pengembangan bawang putih di Samosir. Untuk alsintan dan irigasi segera diusulkan ke PSP,” kata Taufiq.

Taufiq menjelaskan, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan luas tanam, tetapi juga memperkuat produksi benih bawang putih. Pengembangan lahan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun hingga target swasembada benih secara nasional dapat tercapai.

Secara nasional, swasembada bawang putih ditargetkan ketika pengembangan telah mencapai sekitar 120.000 hektare. Pemerintah juga memastikan hasil produksi benih petani memiliki pasar melalui skema penyerapan oleh offtaker yang mendapat jaminan pemerintah.

“Fokus untuk produksi benih. Yang pasti hasilnya dibeli, anggaran sudah disiapkan. Benih kita beli, tidak ada masalah untuk offtaker. Untuk dua tahun ini akan ditangani pemerintah. Ekonomi masyarakat meningkat dan pasarnya ada,” jelas Taufiq.

Ia berharap potensi pengembangan bawang putih di kabupaten/kota se-Sumatera Utara dapat dimaksimalkan sehingga provinsi ini mampu menjadi salah satu daerah penyumbang utama dalam pencapaian swasembada bawang putih nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, petani, penangkar dan dunia usaha.

Menurutnya, pelaksanaan program 2026 harus menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya, terutama dalam memastikan ketersediaan benih berkualitas. Sumatera Utara juga perlu membangun ekosistem bawang putih dari hulu hingga hilir guna mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah.

“Kita berharap Sumut menghasilkan benih bermutu untuk mengurangi ketergantungan benih dari luar. Pengembangan bawang putih ini butuh kerja sama. APBN menjadi pemicu yang diakomodir pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sehingga dapat memberi nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Surya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan penguatan infrastruktur pertanian, Pemkab Samosir menempatkan bawang putih sebagai salah satu komoditas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.(Ril)