Nasional

Bupati Samosir Usulkan Sarana Kesehatan Rp83,4 Miliar ke Kemenkes

133
×

Bupati Samosir Usulkan Sarana Kesehatan Rp83,4 Miliar ke Kemenkes

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Hal itu dilakukan melalui audiensi Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST, dengan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Dalam audiensi tersebut, Pemkab Samosir menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan penguatan sarana-prasarana kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan RI Tahun Anggaran 2027.

Total nilai usulan yang disampaikan mencapai sekitar Rp83,4 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer, meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat, serta mendukung kesiapsiagaan kesehatan di Samosir sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas.

Bupati Vandiko mengatakan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Wamenkes RI ke Kabupaten Samosir saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Cathlab RSUD Dr. Hadrianus Sinaga beberapa waktu lalu.

“Tujuan kunjungan kami ke Kementerian Kesehatan adalah sebagai tindak lanjut atas kunjungan kerja Bapak Wakil Menteri Kesehatan saat peletakan batu pertama Gedung Cathlab RSUD dr. Hadrianus Sinaga. Kami menyampaikan sejumlah usulan pembangunan sarana kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Samosir,” ujar Vandiko.

Sejumlah usulan yang disampaikan antara lain pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Kompleks Kantor Dinas Kesehatan Parbaba, pembangunan Puskesmas Tele di Jalan Raya Tele, penambahan enam unit dental unit di enam puskesmas, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tujuh puskesmas.

Pemkab Samosir juga mengusulkan pengadaan lima unit alat pemurnian air untuk lima puskesmas, empat unit ambulans puskesmas, satu unit mobil surveilans, satu unit mobil promosi kesehatan, serta satu unit mobil Public Safety Center (PSC).

Labkesda Dinilai Penting untuk Masyarakat dan Wisatawan

Bupati Vandiko menegaskan, pembangunan Labkesda memiliki arti strategis bagi Kabupaten Samosir. Sebagai destinasi pariwisata super prioritas, Samosir tidak hanya melayani kebutuhan kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga harus mampu memberikan dukungan layanan kesehatan kepada wisatawan.

“Samosir sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan tingkat kunjungan wisata tahun lalu sekitar 2,4 juta, keberadaan Labkesda sangat penting sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.

Menurut Vandiko, keberadaan laboratorium kesehatan akan memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara lebih cepat, sekaligus mendukung sistem kesehatan masyarakat yang terintegrasi.

Puskesmas Tele Jadi Prioritas

Pembangunan Puskesmas Tele juga menjadi salah satu usulan prioritas Pemkab Samosir. Kawasan Jalan Raya Tele dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses utama menuju Pulau Samosir.

Di kawasan tersebut terdapat sejumlah desa yang berkembang, disertai pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi pertanian hortikultura, mobilitas masyarakat, serta meningkatnya kunjungan wisatawan.

Selama ini, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut didukung oleh dua puskesmas pembantu. Namun, melihat perkembangan kawasan, Pemkab Samosir menilai pembangunan puskesmas definitif semakin mendesak.

“Jalan Raya Tele merupakan jalur utama menuju Pulau Samosir. Di sana juga terdapat Menara Pandang Tele yang cukup banyak diminati wisatawan serta kawasan pertanian terpadu yang dijadikan sebagai lokasi sentra bawang putih Samosir. Karena itu, kebutuhan pelayanan kesehatan harus mengikuti perkembangan wilayah,” kata Vandiko.

Selain pembangunan fasilitas baru, Pemkab Samosir turut mengusulkan revitalisasi RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, termasuk pemenuhan alat kesehatan untuk mendukung operasional Gedung Cathlab.

Dorong Penguatan SDM Kesehatan

Bupati Vandiko juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan. Ia berharap tenaga kesehatan di Kabupaten Samosir mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan.

“Kami juga berharap peningkatan SDM bidang kesehatan melalui berbagai diklat. Yang tidak kalah penting adalah pengadaan pegawai baru untuk mengisi kekosongan formasi di puskesmas dalam rangka merealisasikan layanan primer, mengingat sudah lebih dari lima tahun tidak ada pengadaan,” ungkapnya.

Wamenkes Dukung Usulan Samosir

Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus menyambut baik langkah Pemkab Samosir yang aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan laboratorium kesehatan di kabupaten/kota merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan.

“Sesuai dengan program Presiden di bidang kesehatan, di kabupaten/kota wajib dibangun laboratorium kesehatan sebagai penunjang layanan kesehatan yang maksimal, termasuk di Kabupaten Samosir,” kata Benyamin.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Puskesmas di Kecamatan Harian, Jalan Raya Tele, yang direncanakan dialokasikan melalui anggaran tahun 2027.

“Kami menyambut baik usulan tersebut. Untuk rencana pembangunan laboratorium dan Puskesmas di Kecamatan Harian, Jalan Raya Tele, anggarannya akan dialokasikan di tahun 2027,” tegasnya.

Benyamin turut mendukung revitalisasi RSUD serta membuka peluang fasilitasi pemenuhan tenaga dokter spesialis, khususnya dokter spesialis mata dan ortopedi.

Kementerian Kesehatan juga akan mendorong pemenuhan fasilitas penunjang kesehatan berupa alat X-ray di seluruh puskesmas.

Mengakhiri pertemuan, Wamenkes menekankan pentingnya komunikasi yang semakin intensif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan.

“Tujuan Kementerian Kesehatan adalah pelayanan yang semakin luas. Komunikasi harus semakin intens antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sehingga apa yang diperlukan bisa direalisasikan. Kita mau membuat pemerataan pelayanan masyarakat. Kita harus berjuang sama-sama,” pungkas Benyamin.

Audiensi tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Samosir dalam memperkuat pembangunan sektor kesehatan. Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Samosir optimistis penguatan fasilitas, SDM, dan sarana penunjang kesehatan dapat semakin menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir.

Turut hadir Direktur Fasilitas Mutu PKP (Pelayanan Kesehatan Primer) Roy Himawan, Katimker TIBI Triya Novita Dini, Katimker DAG Biro Perencanaan Handri Huriawan, Tim Kerja PKR Husein, Tim Kerja Prodis Alkes, Kepala Dinas Kesehatan dr. Dina Hutapea, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Direktur RSUD Dr. Hadrianus Sinaga dr. Iwan Hartono Sihaloho, MKM, serta Kabid Yankes dan SDK dr. Buha M. Purba, MKM.(Ril)